Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rusia Sebut yang Dirudal Gudang Senjata dari AS-Eropa, Bukan Mal Ukraina

Rusia Sebut yang Dirudal Gudang Senjata dari AS-Eropa, Bukan Mal Ukraina Serangan Rusia hantam mal di Kremenchuk Ukraina. ©REUTERS/Anna Voitenko

Merdeka.com - Rusia kemarin membantah serangan rudalnya mengenai pusat perbelanjaan atau mal di Kota Kremenchuk, Ukraina. Rusia menyebut rudal itu mengenai gudang persenjataan dari Amerika Serikat dan Eropa sehingga memicu ledakan yang membuat mal terbakar.

Ukraina mengatakan sedikitnya 18 orang tewas akibat serangan rudal Rusia ke pusat perbelanjaan di Kremenchuk. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan ada lebih dari 1.000 orang di dalam mal ketika serangan terjadi.

Laman Reuters melaporkan, Selasa (28/6), Kementerian Pertahanan Ukraina membantah pernyataan dari pihak Ukraina itu. Mereka mengatakan rudal mengenai target militer yang sah untuk diserang dan mal itu sudah tidak dipakai.

Reuters tidak bisa memverifikasi pernyataan Rusia atau klaim Zelenskyy yang menyebut Rusia sengaja menghantam mal untuk menyasar warga sipil.

"Di Kremenchuk pasukan Rusia menghantam gudang senjata yang menyimpan persenjataan dari Amerika Serikat dan Eropa dengan senjata berpresisi tinggi yang dilepaskan dari udara," kata pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

"Ledakan dari amunisi senjata Barat itu menyebabkan kebakaran di dalam mal yang sudah tidak dipakai yang terletak di samping gudang senjata," kata Rusia.

Negara G-7 menyebut serangan rudal Rusia itu kejahatan perang sementara Zelenskyy mengatakan peristiwa itu adalah "salah satu serangan teroris terkeji dalam sejarah Eropa."

Sementara Rusia menuding Ukraina menyerang warga sipil di Donbass.

Selain pusat perbelanjaan, Ukraina mengatakan rudal Rusia juga menghantam Kota Kharkiv dan Lysychansk pada Senin lalu.

Beberapa jam setelah laporan timbulnya korban di Kremenchuk, Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy menuduh Ukraina memanfaatkan insiden serangan itu untuk menarik simpati pertemuan KTT NATO 28-30 Juni di Madrid, Spanyol.

Rusia berulangkali membantah menargetkan warga sipil dalam empat bulan operasi khusus militer di Ukraina. PBB menyebut sedikitnya 4.700 warga sipil tewas sejak Rusia menyerang Ukraina 24 Februari lalu.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP