Rusia pertanyakan legalitas pemerintahan sementara Ukraina
Merdeka.com - Dengan dipecatnya Presiden Ukraina Viktor Yanukovych oleh parlemen dan dibentuk pemerintah baru pada hari ini, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev melihat hal itu sebagai ancaman atas kepentingan Negeri Beruang Merah di Ukraina. Dia mempertanyakan apakah pemerintah itu sah atau tidak.
Surat kabar the Huffington Post melaporkan, Senin (24/2), Medvedev dan Rusia pendukung penuh Ynukovych mengkritik diumumkannya pemerintahan sementara di negara itu. Dia menganggap itu sebagai pemberontakan. "Akan sangat sulit bagi kami bekerja sama dengan pemerintahan dipilih dengan kekerasan," ujarnya.
Medvedev juga telah menarik duta besarnya di Ibu Kota Kiev. Itu artinya ada ancaman bagi kepentingan dan kehidupan rakyat Rusia di negara itu.
Dia juga mengecam pengakuan Uni Eropa atas pemerintahan baru. Medvedev menganggap Uni Eropa telah kehilangan akal sehat.
(mdk/din)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya