Rusia perintahkan warga bersiap hadapi perang nuklir melawan AS
Merdeka.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim sinyal cukup jelas kepada Amerika Serikat dan negara Barat sekutunya bahwa dia siap menghadapi perang menyusul makin panasnya konflik di Suriah. Ada spekulasi menyebutkan Washington kemungkinan akan melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap pasukan pemerintah Suriah, rezim yang selama ini didukung Rusia.
Ketegangan antara Washington dan Moskow belakangan ini adalah yang paling parah sejak Perang Dingin. Pemerintah Rusia sudah mengumumkan kepada warganya untuk mengikuti instruksi jika perang benar-benar terjadi dengan negara Barat.
Menurut stasiun televisi ABC News, melalui media pemerintah, warga diperintahkan memeriksa dan mencari lokasi bunker perlindungan terdekat dan menyiapkan topeng gas. Pihak berwenang juga disiapkan untuk memberi tahu warga apa yang harus disiapkan dan dilakukan jika terjadi serangan bom nuklir.
"Jika perang nuklir itu terjadi suatu hari, kalian harus tahu di mana letak bunker perlindungan terdekat," kata sebuah laporan dari stasiun televisi pemerintah, NTV. Selanjutnya dalam tayangan itu NTV memperlihatkan sebuah lokasi bunker perlindungan di Ibu Kota Moskow.

Presiden Rusia Vladimir Putin ©Reuters
Meski begitu, banyak pengamat menilai Putin tidak akan benar-benar melancarkan perang militer melawan AS dan sekutunya. Dia hanya memperlihatkan respon serius terhadap spekulasi yang menyebut AS akan melancarkan serangan udara terhadap pasukan pemerintah Suriah, seperti dikutip Inquisitr, Ahad (16/10).
AS sebelumnya secara resmi menuding pemerintah Rusia berada di balik serangan siber terhadap institusi AS, termasuk Komite nasional Demokrat dan kampanye Hillary Clinton.
Pejabat intelijen AS selanjutnya mengatakan kepada NBC News, CIA siap melancarkan (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya