Rusia ngambek, Inggris tak bagi info pesawat mereka jatuh akibat bom
Merdeka.com - Indikasi Pesawat Maskapai Kogalymavia jatuh di Semenanjung Sinai, Mesir, pekan lalu karena ledakan bom semakin menguat. Perdana Menteri Inggris, David Cameron kemarin sore waktu setempat, mengaku memperoleh laporan bahwa pemicu jatuhnya pesawat itu adalah bom. Informasi itu disampaikan Cameron saat menerima Presiden Mesir Abdul Fatah el-Sisi di London.
"Kami tidak mengatakan bahwa pesawat Rusia yang terbang di wilayah udara anda jatuh akibat bom teroris, namun saat ini semua indikasi menuju ke arah sana," kata Cameron seperti dilansir BBC, Jumat (6/11).
Selang beberapa jam, Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama turut mengamini prediksi tersebut dalam wawancara khusus dengan jaringan radio. "Kami sangat serius mempertimbangkan kemungkinan adanya bom dalam pesawat," kata Obama dikutip kantor berita Reuters.
Jatuhnya pesawat komersial milik perusahaan Rusia itu menewaskan 224 penumpang dan kru. Awalnya, tim investigasi menduga ada persoalan teknis di tanki bahan bakar. Namun belakangan data satelit Inggris maupun AS menunjukkan pesawat terbelah dua di udara karena ledakan dari dalam, memicu kekhawatiran aksi terorisme.

Sejauh ini Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) telah mengaku bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat itu lewat akun Twitternya. Motif utama adalah membalas serangan militer Rusia yang menghancurkan markas pejuang khilafah di Suriah sejak awal Oktober lalu. Klaim militan sempat dibantah oleh Kementerian Transportasi Rusia.
Rusia kecewa karena Inggris dan AS menyampaikan temuan baru tanpa berkoordinasi dengan mereka. Presiden Vladimir Putin langsung menelepon PM Cameron kemarin untuk mengonfirmasi pernyataan soal bom. "Sangat penting penilaian insiden pekan lalu bersumber dari investigasi resmi," kata Putin seperti dilaporkan Interfax.
Dalam kesempatan terpisah, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyesalkan komentar pemimpin negara lain soal jatuhnya pesawat Airbus A321 itu. Ketika tim dari Rusia sedang bekerja di Mesir meneliti puing, Inggris sudah menyebarluaskan informasi bahwa ada indikasi pesawat jatuh akibat bom.
Informasi itu membuat puluhan maskapai Eropa dan Timur Tengah kini menghindari terbang ke Semenanjung Sinai, kebijakan yang diprotes oleh pemerintah Mesir.
"Sangat mengejutkan bagi saya karena pemerintah Inggris memiliki informasi yang bisa memberi titik terang soal penyebab tragedi di wilayah udara Mesir," kata Zakharova, menyindir Inggris, karena yang menjelaskan indikasi bom adalah Menlu John Hammond, bukan pakar penerbangan.
"Mereka memiliki informasi (soal penyebab jatuhnya Kogalymavia) dan tidak memberikan pada kami. Itu lebih mengejutkan lagi," tandasnya.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya