Rusia lakukan pemilu pertama bagi warga di daerah terpencil
Merdeka.com - Pemilihan umum Presiden Rusia dimulai Senin (26/2). Kali ini, warga Rusia yang pertama kali ikut pemilu adalah warga negara Rusia yang tinggal di daerah terpencil. Hasil penetapan suara akan dilaksanakan pada 18 Maret mendatang.
Menurut Undang-Undang Rusia, pemilu awal harus dimulai 20 hari sebelum tanggal penetapan suara. Jadi, panitia pemilu memilih warga terpencil untuk melakukan pemilu terlebih dahulu, mengingat sulitnya akses menuju pemukiman mereka.
Selain itu, WN Rusia yang berada di luar negeri juga diizinkan untuk memilih lebih awal, namun pemungutan suara tidak lebih awal dari 15 hari sebelum tanggal pemungutan suara utama (dalam hal ini berarti pemungutan suara untuk mereka dapat dimulai pada tanggal 2 Maret).
Komisi Pemilihan Pusat Rusia melaporkan pemilihan awal tahun ini diadakan di 17 pos di 11 negara asing. Selain itu, kelompok warga tertentu diperbolehkan untuk memilih di 140 pos di 74 negara lainnya.
Menurut KPP Rusia, diperkirakan ada 150.000 warga yang mengikuti pemilu presiden awal tahun ini. Mayoritas dari mereka, atau sekitar 120.000 orang, bekerja di daerah terpencil dan sulit dijangkau di Siberia dan Timur Jauh Rusia. Pekerjaan mereka seperti tukang minyak, penambang emas, penggembala rusa kutub, periset dan lain-lain. Lalu sekitar 30.000 pemilih awal adalah pelaut dalam perjalanan dan ekspedisi jangka panjang. Pihak panitia sudah menyediakan 1.000 tempat pemungutan berbasis kapal, seperti dilansir dari laman Russia Today, Selasa (27/2).
Wakil Ketua Komisi Pemilu Pusat, Nikolai Bugayev, mengatakan pihaknya memutuskan untuk memotong jumlah tempat pemungutan suara di wilayah pangkalan militer, karena sebelumnya sebagian besar tentara Rusia memilih di pos 'sipil' biasa.
Jumlah total warga yang berhak memilih dalam pemilihan presiden tahun 2018 berjumlah sekitar 109 juta jiwa.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya