Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rusia Jatuhkan Sanksi untuk Joe Biden & Sejumlah Pejabat AS

Rusia Jatuhkan Sanksi untuk Joe Biden & Sejumlah Pejabat AS Presiden AS, Joe Biden berbicara soal konflik Rusia-Ukraina pada 15 Februari 2022. ©AFP

Merdeka.com - Pada Selasa, Rusia menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabat Amerika, termasuk Presiden Joe Biden, menandai ketegangan baru antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Barat ketika militer Rusia meneruskan invasinya di Ukraina.

Menurut sebuah pernyataan yang diterbitkan pada Selasa oleh Kementerian Luar Negeri Rusia, pemerintah membuat "stop list", melarang sejumlah pejabat AS memasuki Rusia di antaranya Biden, Menteri Luar Negeri Antony Blinken, Menteri Pertahanan Lloyd Austin, Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley, penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan, Direktur CIA William Burns, sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki, wakil penasihat keamanan nasional Daleep Singh, Direktur USAID Samantha Power, Wakil Menteri Keuangan Adewale Adeyemo, dan Presiden Bank Ekspor-Impor Reta Jo Lewis.

Seperti dikutip dari CNN, Rabu (16/3), daftar tersebut juga mencantumkan sejumlah individu non pemerintah, termasuk putra Presiden Biden, Hunter Biden, dan mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton.

Sebelumnya AS dan sejumlah negara Barat menjatuhkan sanksi yang luas untuk Rusia setelah Putin memerintahkan pasukannya menyerang Ukraina dalam tindakan yang disebutnya sebagai "operasi militer khusus". Sanksi dari AS dan negara lainnya berdampak besar terhadap perekonomian negara tersebut. Daftar panjang perusahaan multinasional juga telah hengkang dan menghentikan operasinya di Rusia.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan sanksi tersebut sebagai balasan atas sanksi yang dijatuhkan AS.

Sanksi tersebut juga disebutkan merupakan konsekuensi tak terelakkan akibat sikap Russofobia (fobia Rusia) pemerintah AS.

Pemerintah Rusia juga menyebut sanksi lainnya akan menyusul, menyasar lebih banyak pejabat AS mulai dari pejabat tinggi, pejabat militer, anggota parlemen, pengusaha, pakar, dan orang media, "yang fobia Rusia atau berkontribusi menghasut kebencian terhadap Rusia."

Kementerian Luar Negeri Rusia juga menambahkan, pemerintah tidak menolak untuk memperbaiki hubungan resmi "jika mereka memenuhi kepentingan nasional kami, dan, jika diperlukan, kami akan mengatasi masalah yang timbus karena status seseorang yang ada dalam 'daftar hitam' untuk mengatur komunikasi tingkat tinggi."

Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengumumkan melarang Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly, dan Menteri Pertahanan Kanada Anita Anand memasuki Rusia, seperti yang disampaikan di Twitter. Pengumuman ini disampaikan tak lama setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berpidato secara virtual di hadapan parlemen Kanada.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki mengatakan sanksi Rusia tak terlalu berpengaruh terhadap mereka yang masuk dalam daftar tersebut.

"Tidak ada dari kami yang berencana melakukan perjalanan wisata ke Rusia, tidak ada dari kami yang punya rekening bank yang tidak bisa kami akses, jadi kami maju terus," ujarnya saat pers briefing.

Saat ditanya apakah sanksi baru ini pertanda eskalasi dari Rusia, Psaki mengatakan AS "percaya diri" para pejabat AS "memiliki kemampuan" untuk terus melakukan pembicaraan langsung dan tidak langsung dengan Rusia.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP