Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rusia diteror bom, Trump ungkapkan bela sungkawa & dukungan dari AS

Rusia diteror bom, Trump ungkapkan bela sungkawa & dukungan dari AS Teror bom di Rusia. ©2017 REUTERS/Anton Vaganov

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump segera menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin, usai serangan bom di stasiun kereta bawah tanah St.Petersburg. Pernyataan ini diungkapkan Kremlin.

Dalam pernyataan tertulis tersebut, Kremlin menyebutkan Trump mengungkapkan bela sungkawa mendalam kepada keluarga korban ledakan bom tersebut. Tak hanya itu, Presiden AS ke-45 tersebut juga menyampaikan dukungan masyarakatnya untuk Rusia.

"Presiden Donald Trump menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban ledakan dan meminta Presiden Putin menyampaikan dukungan dari AS kepada masyarakat Rusia," demikian pernyataan Kremlin, dikutip dari TIME, Selasa (4/4).

Putin menyampaikan terima kasih atas ungkapan dan perhatian yang diberikan AS usai teror bom yang melanda negaranya.

Kedua pemimpin negara ini juga menyuarakan pandangan bahwa terorisme adalah kejahatan yang harus diperangi bersama.

St. Petersburg, Rusia berduka pasca ledakan yang terjadi di stasiun kereta bawah tanah. Diduga ledakan tersebut berasal dari bom.

Dalam laporan awal disebutkan 11 orang tewas dalam ledakan itu, dan 30 lainnya mengalami luka-luka. Ledakan itu juga melemparkan pecahan peluru hingga mengenai orang-orang di sekitarnya.

KBRI Moskow memastikan tak ada WNI menjadi korban jiwa maupun luka akibat insiden ini.

Sementara itu, sejumlah pendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ramai-ramai merayakan pengeboman yang terjadi di stasiun metro St. Petersburg, padahal belum jelas motivasi dan penyebab ledakan tersebut. Meski demikian, para pendukung ISIS sudah menyebutnya sebagai serangan teror dan membagi-bagikan gambar foto orang yang terluka maupun terbunuh.

(mdk/che)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP