Rusia bangun 20 pembangkit listrik nuklir buat India
Merdeka.com - Federasi Rusia dan India menggeber kerja sama tenaga nuklir lanjutan. Dalam dokumen yang ditandatangani akhir pekan lalu, Presiden Vladimir Putin mendukung pembangunan 20 unit PLTN untuk negara Sungai Gangga itu.
"Dokumen tersebut memuat rencana pembangunan lebih dari 20 PLTN di India, dengan kerja sama pembangunan PLTN yang dirancang oleh Rusia dalam negara ketiga, serta produksi uranium, bahan bakar nuklir, dan pengelolaan limbah bersama," kata Presiden Rusia Vladimir Putin dalam keterangan pers diterima merdeka.com, Jumat (19/12).
Transfer teknologi sektor nuklir asal Rusia cukup tinggi, ketika sektor bisnis unggulan Rusia, khususnya gas, kini sedang limbung akibat sanksi ekonomi negara Barat. Salah satu perusahaan menikmatinya adalah BUMN Energi Nuklir Rosatom.
Dalam kurun10 tahun ke depan, perusahaan ini harus memenuhi permintaan hingga USD 100 miliar. Angka ini naik 100 persen dari total kontrak sebelumnya. "Kenaikan itu mengingat adanya kesepakatan yang baru ditandatangani, termasuk kontrak yan ditandatangani dengan Hungaria dan India," kata Kepala Rosatom Sergei Kiriyenko.
Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan kerjasama nuklir secara bilateral antara India dan Rusia akan mencakup pembangunan puluhan PLTN dengan standar keamanan tertinggi di dunia. "Kerja sama ini juga menyepakati produksi peralatan dan komponen akan dilakukan di India," ujarnya.
PLTN yang tengah dibangun saat ini adalah PLTN Kudankulam. Modi menambahkan, pihak-pihak terkait sudah mengerjakan konstruksi tiga tambahan unit berkapasitas 1.000 Megawatt. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya