Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rusia Ancam Negara yang Kirim Bantuan Senjata ke Ukraina

Rusia Ancam Negara yang Kirim Bantuan Senjata ke Ukraina Rusia tangkap demonstran yang protes serangan ke Ukraina. ©Alexander Nemenov/AFP

Merdeka.com - Rusia mengecam negara-negara yang mengirimkan senjata "mematikan" ke Ukraina, mengancam negara-negara tersebut akan menanggung "akibat yang berbahaya" jika senjata itu mempengaruhi operasi militer Rusia di Ukraina. Ancaman ini dilontarkan Kementerian Luar Negeri Rusia pada Senin.

"Warga negara Uni Eropa dan struktur yang terlibat dalam pasokan senjata mematikan dan bahan bakar serta pelumas kepada Angkatan Bersenjata Ukraina akan menanggung akibat dari tindakan tersebut dalam konteksi operasi militer khusus yang sedang berlangsung (di Ukraina)," jelas kementerian tersebut seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Rusia, Interfax, dikutip dari Al Arabiya, Selasa (1/3).

Uni Eropa mengumumkan pada Minggu, blok itu akan mendanai pembelian dan pengiriman senjata dan peralatan lainnya ke Ukraina. Senjata itu nilainya sebesar 450 juta euro.

Pasokan senjata mematikan dari Uni Eropa ini akan termasuk amunisi, sistem pertahanan udara dan sistem anti-tank, mesiu, dan kategori non-mematikan termasuk bahan bakar, pelindung (helm) balistik, perlengkapan pelindung personel, dan P3K.

Rusia juga meremehkan dampak sanksi yang dijatuhkan sejumlah negara Barat untuk menekan Moskow agar mengakhiri serangannya di Ukraina.

"Mitos lain yang disebarkan Uni Eropa di masa lalu - bahwa pembatasan unilateral mereka, yang tidak sah menurut hukum internasional, tidak ditujukan langsung terhadap rakyat Rusia - akhirnya dihilangkan. Fungsionaris Brussel, yang sampai saat ini menggambarkan diri mereka sebagai 'rekan strategis' negara kita, tidak bersembunyi lagi: mereka bertujuan menimbulkan kerugian besar untuk Rusia, menyerang titik terlemahnya, benar-benar menghancurkan perekonomiannya dan menekan pertumbuhan ekonominya," jelas pernyataan tersebut.

"Kami ingin memastikan pada Anda bahwa itu tidak akan terjadi. Tindakan Uni Eropa tidak akan berhasil. Rusia akan terus memastikan realisasi kepentingan nasional vitalnya tanpa mengindahkan sanksi dan ancaman mereka. Waktunya bagi negara-negara Barat untuk memahami bahwa dominasi penuh mereka dalam perekonomian global adalah masa lalu."

Namun saat ini secara ekonomi Rusia benar-benar terkucilkan daripada sebelumnya, di mana mata uangnya anjlok karena sanksi internasional.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP