Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ribuan warga Zimbabwe menuntut Presiden Robert Mugabe mundur

Ribuan warga Zimbabwe menuntut Presiden Robert Mugabe mundur Unjuk rasa di Zimbabwe. ©2016 Merdeka.com/newsday/Shepherd Tozvireva

Merdeka.com - Ribuan warga berunjuk rasa di Ibu Kota Harare, Zimbabwe, kemarin sore, menuntut Presiden Robert Mugabe lengser. Ini adalah pemandangan langka, mengingat negara miskin di Benua Afrika itu selalu menekan kelompok oposisi yang berani mengkritik pemerintah.

Peserta demonstrasi sudah tidak tahan dengan krisis ekonomi yang memburuk dari hari ke hari di Zimbabwe. Mugabe, presiden berusia 92 tahun, selalu menolak mundur.

Para pengunjuk rasa membawa plakat serta papan bertuliskan tuntutan Mugabe enyah dari istana. Mereka juga menuntut dibukanya lapangan kerja bagi 2 juta penduduk. Isu membuka lapangan kerja adalah janji politik Mugabe saat terpilih kembali pada 2013.

The Guardian melaporkan, Jumat (15/4), sebagian plakat bertuliskan pertanyaan kritis mengenai bagi hasil Zimbabwe dengan perusahaan tambang berlian. "Di mana uang USD 15 miliar yang jadi hak rakyat?" demikian bunyi salah satu plakat.

"Si tua Mugabe sudah linglung. Dia harus mundur," demikian bunyi plakat lainnya.

unjuk rasa di zimbabwe

Unjuk rasa di Zimbabwe menuntut presiden mundur (c) 2016newsday/Shepherd Tozvireva

Awal maret lalu, Mugabe marah ketika diwawancarai televisi terkait calon penggantinya di masa mendatang. "Saya masih hidup. Untuk apa mencari presiden penerus. Saya tidak pernah bilang periode ini adalah yang terakhir sebelum pensiun," kata sang presiden tua itu ketus.

Mugabe sudah berkuasa di Zimbabwe sejak 1987. Politikus gaek yang pernah aktif di Gerakan Non-Blok ini pernah menolak mundur pada 2008, ketika pemilu dimenangkan pesaingnya, Morgan Tsvangirai. Dia memaksa memerintah bersama, sebelum kemudian mendepak Tsvangirai pada 2013. Sang rival termasuk yang mengorganisir unjuk rasa di Harare kemarin.

Zimbabwe sebetulnya negara kaya tambang, dengan cadangan berlian nomor delapan dunia. Namun semua anugerah alam itu dikelola sangat buruk oleh Mugabe selama dua dekade terakhir. Kemiskinan merata di semua provinsi.

Hiperinflasi ribuan persen menimpa negara ini delapan tahun lalu. Mata uang negara di selatan Afrika itu sontak tak berharga lagi. Dilaporkan uang senilai 35 ribu triliun Dolar Zimbabwe cuma bisa dipakai membeli sepotong roti. Sekarang mata uang di negara itu adalah Dollar Amerika.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP