Ribuan warga Timor Leste geruduk Kedutaan Australia di Dili
Merdeka.com - Ribuan pendemo melaklukan protes di luar gedung Kedutaan Australia di Dili, Timor Leste. Mereka meminta pihak Australia untuk segera bernegosiasi soal wilayah permanen garis batas maritim di Laut Timor.
Para pendemo mengatakan hubungan baik antara rakyat Timor Leste dan Australia kini dihantui kebijakan Canberra, terkait kemunculan lokasi-lokasi ilegal pengambilan Sumber Daya Alam (SDA) di wilayah teritorial Timor Leste. Dalam petisi demo, Timor Leste mengaku telah kehilangan hasil bumi seperti minyak dan gas senilai USD 6,6 miliar oleh aturan provinsi Australia, dalam pembagian SDA antara kedua negara.
"Masyarakatnya harus berdiri melawan Australia dan bersama meminta Canberra untuk bernegosiasi dengan Dili dalam aturan garis batas maritim menurut hukum internasional," kata Mantan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao awal pekan ini.
Seperti diberitakan laman ABC.net, Rabu (23/3), demonstrasi diikuti kelompok sipil, pelajar, dan veteran pejuang kemerdekaan Timor Leste. Warga Timor Leste percaya jika garis batas maritim telah ditentukan oleh Hukum Kelautan Konvensi PBB (UNCLOS).
Diketahui , Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull sempat menawarkan perundingan bilateral, namun permintaan itu ditolak Dili. Negosiasi yang mandeg dimanfaatkan Oposisi Federal. Mereka mengumumkan jika terpilih dalam pemilu akan membuka pembicaraan garis batas maritim Timor Leste dan akan apabila gagal, arbitrasi internasional akan menjadi jalan final.
Pendemo direncanakan berkumpul kembali di luar Kedutaan Australia di Dili pada hari ini dan kelompok pendukung mereka akan melakukan sejumlah unjuk rasa di kota-kota Australia minggu ini.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya