Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ribuan orang protes intervensi militer Mesir

Ribuan orang protes intervensi militer Mesir Seorang gadis Mesir bersama pengunjuk rasa lainnya merayakan kejatuhan rezim Husni Mubarak di Midan Tahrir, jantung Kairo. (foreignpolicy.com)

Merdeka.com - Ribuan pengunjuk rasa memadati Lapangan Tahrir, Ibu Kota Kairo, Mesir, memprotes deklarasi dikeluarkan Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) Negeri Sungai Nil itu. Mereka menuding militer turut campur dalam proses transisi Mesir ke arah demokrasi, seperti dilansir situs Ahram Online, Jumat (22/6).

Salafi dan Ikhwanul Muslimin bersama kelompok lain menyeru kepada warga Mesir agar datang ke Midan Tahrir. "Target kami mencapai satu juta orang. Kami tegaskan Mursi adalah pemenang, jadi militer jangan campur tangan," kata satu anggota kelompok Salafi menolak disebutkan namanya. Muhammad Mursi merupakan calon presiden dari Ikhwanul Muslimin.

Presiden terpilih harusnya diumumkan kemarin, tapi ditunda hingga Ahad pekan ini. Komisi Pemilihan Umum Mesir meminta waktu untuk mengusut dugaan kecurangan selama pemilihan presiden putaran kedua pertengahan bulan ini.

Sepanjang demonstrasi itu, pegiat tersohor, seperti Wail Ghanim tidak tampak. Begitu juga kalangan sosialis. Dewan militer menyatakan rakyat Mesir bebas berunjuk rasa asal tidak rusuh.

Kelompok prodemokrasi dan sosialis awal pekan lalu menyatakan siap menerima kemenangan Mursi. "Jika dia tidak menepati janjinya saat kampanye, maka akan ada revolusi selanjutnya," kata Ghanim. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP