RI: Palestina dan Israel hidup berdampingan sangat mungkin
Merdeka.com - Isu Palestina di mata dunia mulai kurang mendapat perhatian, seiring berkecamuknya perang baru Timur Tengah seperti di Suriah. Pemerintah Indonesia, sebagai salah satu negara paling keras mendukung, terpanggil untuk kembali membuka mata dunia bila isu penjajahan Palestina belum selesai.
Setelah menjadi tuan rumah pertemuan internasional berjudul 'International Confrence on the Question of Jerusalem', pada Senin kemarin, hari ini Kementrian Luar Negeri Indonesia juga menggelar seminar senada bertemakan 'Recent Development and How the UN and International should Respond'.
Acara yang dibuka langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, A.M Fachir ini fokus mencari solusi perdamaian yang bisa diupayakan Palestina dan Israel.
"Pada pondasi proses perdamaian dalam 'two state solution' antar kedua negara untuk hidup damai dan harmonis," ujar Wamenlu Fachir dalam pembukaan acara di Gedung Nusantara Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (18/12).
Fachir juga menegaskan bila Indonesia akan terus mendorong isu Palestina di mata Internasional seperti apa yang tertuang dalam mandat Presiden Joko Widodo.
"Kita terus mendorong hal ini untuk terus dapat perhatian internasional, terbukti pada 30 September 2015 bendera Palestina telah berkibar bersama dengan negara anggota PBB lainnya di markas PBB di New York," tegasnya.
Namun demikian, diketahui situasi Palestina pasca-pengesahan status di PBB sebagai non-member observer justru semakin buruk. Hingga kini pihak Israel dan Palestina beljm mencapai kesepakatan menentukan batas wilayah.
"Maka dari itu belum tercapainya hal tersebut, hal ini butuh perhatian yang lebih serius," tukas Fachir.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya