Restoran telanjang buka di Jepang, pengunjung tak boleh kegemukan
Merdeka.com - Sebuah restoran dengan konsep mewajibkan pengunjung telanjang pertama kali dibuka di Ibu Kota Tokyo, Jepang. Uniknya, tempat makan ini mematok syarat berat badan tertentu agar seseorang boleh masuk. Konsumen yang kegemukan akan diminta enyah.
The Independent melaporkan, Sabtu (11/6), restoran itu bernama The Amrita. Konsumen minimal harus berusia 18 tahun, sedangkan batas tertua 60 tahun. Selain usia, pengunjung wajib memiliki berat badan ideal sesuai tinggi badan.
"Jika berat badan anda lebih 15 kilogram dari rata-rata bobot untuk seseorang dengan tinggi badan tertentu, maka kami akan meminta anda membatalkan pemesanan tempat," seperti dikutip dari situs resmi Amrita.
Seandainya ada konsumen berbadan tambun nekat datang dan membayar reservasi, maka pihak restoran akan tetap mengusir mereka tanpa memberi ganti rugi.
Restoran telanjang Amrita adalah cabang dari London dan Melbourne yang lebih dulu buka. Sensasi utama yang dijual oleh restoran ini adalah situasi semua orang mengumbar aurat. Jika tak nyaman telanjang bulat, pihak restoran menyediakan celana dalam dari kertas.
Ponsel atau kamera harus diletakkan di loker khusus. Walaupun semua orang telanjang, pengunjung tidak diperkenankan menyentuh sesama tamu.
Amrita menyajikan kuliner dari berbagai negara. Tapi sajian utama restoran nyeleneh ini sejak awal bukan makanannya. Dengan membayar 80 Ribu Yen (setara Rp 9,9 juta), maka seorang pengunjung termasuk memperoleh paket hiburan tari telanjang serta sepanjang acara santap malam dilayani oleh pria berotot tanpa busana.
The Amrita cabang Tokyo baru buka pada 29 Juli mendatang. Walau hanya mengandalkan pemasaran online, tiket sudah terjual habis sampai akhir bulan.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya