Resmi ingin berbaikan, Turki minta Israel buka blokade Jalur Gaza
Merdeka.com - Turki menetapkan syarat sebelum menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Tidak akan ada kesempatan berbaikan, jika Negeri Zionis itu masih saja memblokade akses darat, laut, udara terhadap penduduk Palestina di Jalur Gaza.
Selain isu Palestina, Turki minta dilakukan pembayaran ganti rugi pada keluarga 10 aktivis peduli Jalur Gaza yang tewas dalam penyerangan Kapal MV Mavi Marmara oleh militer Israel pada 2010 lalu. Pemerintah Israel juga wajib minta maaf secara terbuka atas insiden penyerangan kapal tersebut.
Keputusan baru soal kabar normalisasi hubungan Turki-Israel ini disampaikan juru bicara Presiden Reccep Tayyip Erdogan. Pemerintah Turki mengakui perwakilan kedua negara sudah bertemu beberapa kali menjajaki normalisasi hubungan diplomatik yang membeku lima tahun lalu.
"Ada tiga syarat yang kami berikan kepada Israel, dan kami masih menuntut itu dipenuhi," kata Ibrahim Kalin, jubir presiden Turki, seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (29/11).
Kalin menyatakan posisi Turki adalah mewujudkan solusi dua negara bagi Palestina dan Israel. Blokade Jalur Gaza dianggap menghalang-halangi potensi kemerdekaan Palestina. "Dan selama Palestina belum merdeka, perdamaian di kawasan sulit tercapai," tandasnya.
Israel menerapkan blokade atas wilayah Jalur Gaza yang dikuasai Hamas sejak satu dekade terakhir. Baru pada pekan lalu, Otoritas Zionis mengizinkan truk sembako melintas ke wilayah Jalur Gaza, membawa 128 ribu ton barang konsumsi. Blokade serupa tidak terjadi untuk penduduk Palestina di Tepi Barat yang diperintah Fatah.
Turki butuh berbaikan dengan Israel untuk memperoleh pasokan impor gas. Saat ini, negara bekas Kekaisaran Ottoman itu sedang terancam krisis energi karena mendapat sanksi ekonomi dari Rusia akibat insiden jatuhnya sukhoi di Suriah.
Turki adalah salah satu negara mayoritas muslim yang sejak tiga dekade lalu sudah memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Ankara maupun Tel Aviv sebetulnya cukup akrab, masing masing mengirim duta besar. Turki-Israel sempat berencana membangun jaringan pipa gas bersama, tapi kemudian batal karena insiden pada 2010 lalu.
Dari sisi Israel, supaya hubungan diplomatik kembali normal, Turki diminta tidak meneruskan gugatan hukum kepada pemerintah Israel atas insiden penyerangan kapal Mavi Marmara. Adapun perjanjian normalisasi hubungan ini diyakini akan merugikan Otoritas Palestina di Jalur Gaza.
"Turki juga diminta perunding Israel membatasi ruang gerak Hamas mencari dana di Istambul dan Ankara," kata sumber lain di Tel Aviv yang tidak bersedia diungkap identitasnya.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya