Rentenir punya baju dari emas 22 karat tewas dipukuli massa
Merdeka.com - Datta Phuge, pria nyentrik yang pernah jadi pemberitaan media internasional, tewas dipukuli di pedesaan kawasan barat India. Diduga kuat, lelaki berprofesi sebagai rentenir ini dihabisi oleh sekelompok orang karena masalah utang-puitang.
Phuge pada 2013 menjadi sorotan karena memesan baju yang seluruh bahannya terbuat dari emas 22 karat. Bahan baku baju itu adalah dari 14.000 potong emas seberat 3,32 kilogram, lalu dirangkai oleh 15 pengrajin yang memerlukan waktu dua minggu untuk menyelesaikannya. Harga baju itu mencapai 12,7 juta Rupee (setara Rp 2,4 miliar)
Press Trust of India melaporkan, Sabtu (16/7), Phuge dikeroyok oleh 12 penyerang yang menggunakan batu serta senjata tajam pada Kamis malam. Sebelumnya, salah seorang tersangka mengundang Phuge ke sebuah pesta.
Putra Phuge, yang berusia 22 tahun, menyaksikan ayahnya dibunuh tetapi sama sekali tidak diserang oleh para pengeroyok. Polisi mencurigai motif penyerangan itu mungkin adalah sengketa dipicu urusan uang.

Datta Phuge dan baju emasnya semasa hidup (c) dailymail.co.uk
"Kami sedang menyelidiki bagaimana Phuge sampai di tempat terbuka, tempat ia dibunuh," kata Inspektur Polisi Lokal Navnath Ghogare.
Phuge di India kondang dijuluki 'lelaki emas'. Dia menggilai semua aksesori berbahan emas, mulai dari kalung, cincin, gelang, hingga hiasan rumah.
"Orang kaya lain mengeluarkan uang membeli Mobil Audi atau Mercedes. Sedangkan saya cuma mencintai emas," kata Phuge saat diwawancarai terkait bajunya yang terbuat dari emas murni tiga tahun lalu.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya