Remaja India korban pemerkosaan dilarang sekolah
Merdeka.com - Seorang remaja India berusia 12 tahun korban pemerkosaan dilarang mengikuti pelajaran di sekolahnya. Pejabat sekolah itu juga mengucilkan dia.
Situs vancouverdesi.com melaporkan, Senin (4/3), remaja itu berasal dari Jhabua, Negara Bagian Madhya Pradesh. Dia dilarang masuk ke sekolah karena dianggap bisa mencemari suasana sekolah.
"Saya ingin masuk sekolah tapi pihak sekolah melarang," kata remaja itu.
Pengangguran perkosa anak kandung hingga hamil 6 bulan
5 Pemuda perkosa 2 anak panti asuhan yang di masih bawah umur
Orang tua korban mengaku khawatir dengan pendidikan anaknya dan dia ingin kepala sekolah tidak melarang anaknya. "Saya tak ingin perselisihan. Saya hanya ingin anak saya bisa mengikuti pelajaran," kata ayah korban.
Meski tak menyebutkan secara terang-terangan, Kepala Sekolah Yogendra Prasad mengakui dia melarang remaja itu masuk sekolah.
"Saya tidak pernah mengatakan dia bisa merusak suasana sekolah. Karena kasus pemerkosaan semakin banyak terjadi, isu ini bisa mempengaruhi siswa lain," kata dia.
Prasad juga menyatakan korban pemerkosaan yang disuruh menjauh dari sekolah itu akan dilarang mengikuti ujian.
Remaja itu diperkosa selama tiga hari bulan lalu oleh seorang remaja laki-laki. Menurut polisi teman remaja perempuan itu boleh jadi terlibat dalam pemerkosaan.
Peristiwa pemerkosaan hampir dilaporkan terjadi setiap hari di media-media India. Pada Desember tahun lalu peristiwa pemerkosaan mahasiswi 23 tahun di bus di Ibu Kota New Delhi memicu gelombang unjuk rasa besar-besaran di seantero India.
(mdk/fas)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya