Reaktor Nuklir Terbesar Eropa di Ukraina Terancam Meledak Diserang Pasukan Rusia
Merdeka.com - Pejabat Ukraina mengatakan pasukan Rusia menyerang reaktor nuklir Zaporizhzhia, pembangkit nuklir terbesar Eropa. Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba sampai menyerukan gencatan senjata agar pihak berwenang bisa mengamankan daerah itu.
"Api sudah muncul. Jika ini meledak, ini akan 10 kali lebih besar dari Chernobyl! Rusia HARUS SEGERA menghentikan tembakan, izinkan pemadam kebakaran masuk, buat daerah aman," kata Kuleba di media sosial Twitternya, seperti dilansir laman the Wall Street Journal, Jumat (4/3).
Juru bicara pembangkit nuklir di Kota Enerhodar mengatakan kepada stasiun televisi Ukraina, tembakan pasukan Rusia menimbulkan api di reaktor yang saat ini tidak sedang beroperasi, kata the Associated Press.
"Kami meminta mereka menghentikan tembakan dari senjata berat," kata juru bicara Andry Tuz dalam unggahan video di Telegram. "Ada ancaman serius dari bahaya nuklir dari pusat energi atom terbesar di Eropa."
Satu perempat dari tenaga listrik di Ukraina berasal dari pembangkit ini.
Tuz menuturkan kepada stasiun televisi Ukraina, serangan Rusia mengenai langsung reaktor Zaporizhzhia dan menimbulkan kebakaran di salah satu dari enam reaktor yang ada. Saat ini reaktor di sana sedang dalam renovasi dan tidak beroperasi, tapi di dalamnya ada bahan bakar nuklir, kata dia.
Pemadam kebakaran tidak bisa mendekati api karena mereka ditembaki, kata Tuz.
Sebuah tayangan langsung dari kamera yang terhubung ke situs resmi reaktor nuklir memperlihatkan kendaraan lapis baja bergerak masuk ke parkiran reaktor. Tak lama kemudian muncul kilatan cahaya dari kendaraan itu dan hampir bersamaan terdengar ledakan di sekitar reaktor. Asap membubung dan menutupi kamera.
Reaktor nuklir ini terletak di dekat Koyta Enerhodar di sebelah tenggara Ukraina.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya