Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ratu penyelundup gading asal China dicokok di Tanzania

Ratu penyelundup gading asal China dicokok di Tanzania Ratu enyelundup gading Yang Feng Glan. ©2015 Merdeka.com/Dokumentasi Kepolisian Tanzania

Merdeka.com - Gembong sindikat penyelundup gading gajah asal China dibekuk di Tanzania Kamis (8/10) pekan ini. Yang Feng Glan adalah salah satu buruan banyak pemerintah di Afrika. Warga Negara China ini sepanjang karirnya menyelundupkan 700 gading senilai USD 2,5 juta.

Kepolisian Tanzania, dibantu beberapa petugas lintas negara, berhasil membekuknya di pasar Ibu Kota Dodoma. Yang sudah dilacak sejak tahun lalu oleh banyak pihak.

"Dia salah satu penyelundup gading paling bengis yang berhasil ditangkap sejauh ini," kata Kepala Liga Aksi Perlindungan Gajah (EAL) Andrea Crosta, seperti dilansir the Guardian, Sabtu (10/10).

Yang disebut-sebut sudah menjalankan bisnis haram terhadap gajah itu sejak 14 tahun terakhir. Dia punya jaringan luas di antara pemburu liar di timur Benua Afrika hingga penadah gelap di Beijing.

lelang gading

Dengan dalih utusan Kamar Dagang China untuk Tanzania, Yang leluasa menyelundupkan gading, komoditas dilindungi di seluruh dunia. Setelah dicokok, dia mengakui perbuatannya. Wanita ini dapat dituntut hukuman 30 tahun penjara.

Populasi gajah Tanzania anjlok akibat perburuan liar. Gajah-gajah itu dibunuh hanya untuk diambil gadingnya. Dari 1,3 juta ekor yang terdata pada 1979, gajah Tanzania tinggal tersisa kurang dari 500 ribu pada survei 2007. Selama lima tahun terakhir, negara ini kehilangan 85 ribu populasi gajahnya.

China adalah pasar utama gading ilegal. Organ setara gigi bagi gajah itu kerap dijuluki emas putih. Warga kelas menengah di Negeri Tirai Bambu, yang kini bertambah kaya, mencari penanda kemewahan terbaru untuk perhiasan atau aksesoris dalam rumah. Pilihan lantas jatuh pada gading.

Permintaan gading sangat tinggi di China. Operasi pada 2012 membongkar penyelundupan 1,3 ton gading gajah asal Afrika di pelabuhan Beijing. Diperkirakan angka itu tak sampai 10 persen dari total yang diserap pasar China.

gajah afrika

Walau mengapresiasi penangkapan Yang, lembaga penyayang binatang WildAid khawatir perburuan gajah yang ngawur bakal terus meningkat. Soalnya gading adalah barang paling mudah dijual, dapat melenakan petugas negara-negara Afrika yang miskin.

"Menangkap penyelundup kakap itu penting. Di sisi lain, penegakan hukum untuk petugas dan pejabat korup yang mendukung perdagangan gading belum terlihat di banyak negara Afrika," kata juru bicara WildAid, Peter Knights. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP