Raja Salman Tak Diinformasikan Soal Pertemuan Rahasia Pangeran MBS & Netanyahu
Merdeka.com - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz tak diinformasikan soal pertemuan rahasia antara putranya, Pangeran Muhammad bin Salman atau MBS dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menurut seorang sumber dari Saudi, sebagaimana dilaporkan Reuters.
Pertemuan tersebut dibantah dan disebut hanya rumor oleh Riyadh, kendati sejumlah pejabat Saudi dan Israel membenarkan adanya pertemuan tersebut.
Tak ada perjanjian yang dibuat selama pertemuan pekan lalu itu, yang berlangsung di kota Neom. Dalam pertemuan itu hadir juga Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo dan Kepala Badan Intelijen Israel atau Mossad.
Dikutip dari Alaraby, Senin (30/11), putra mahkota Arab Saudi Pangeran MBS berharap untuk memanfaatkan janji kesepakatan normalisasi dengan Israel untuk membangun kembali hubungan dengan pemerintahan Joe Biden yang akan datang.
Sebagai sekutu bersejarah AS, reputasi Riyadh hancur di Washington sejak pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi pada 2018.
Kendati Presiden Donald Trump mendukung MBS, baik Partai Republik dan Demokrat bersama-sama menyerukan sanksi dan penghentian ekspor senjata akibat pembunuhan Khashoggi dan peran utama Saudi dalam perang di Yaman.
Pemerintahan Joe Biden-Kamala Harris yang akan datang diharapkan lebih serius menangani pelanggaran HAM Riyadh dan menuntut pertanggungjawaban yang lebih besar atas masalah-masalah seperti penahanan sejumlah aktivis HAM.
Riyadh termasuk di antara sejumlah negara Arab yang dikabarkan telah mempertimbangkan membangun kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel dalam beberapa tahun terakhir, tetapi MBS dan Raja Salman ragu-ragu mengikuti keputusan Uni Emirat Arab dan Bahrain tahun ini.
MBS membatalkan rencana untuk menormalisasi hubungan dengan Israel setelah Biden dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden AS pada 3 November.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya