Raja Abdullah enggan dipanggil 'Yang Mulia' dan dicium tangannya
Merdeka.com - Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz hari ini mangkat dalam usia 90 tahun karena sakit infeksi paru-paru.
Pria kelahiran Riyadh 1 Agustus 1924 itu naik takhta pada Agustus 2005 setelah pendahulunya Raja Fahd menderita stroke sejak November 1995.
Semasa muda dia lebih banyak menghabiskan waktu tinggal bersama suku Badui Arab. Setela dinobatkan menjadi raja dia menolak dipanggil "Yang Mulia" dan enggan tangannya dicium rakyat, seperti dilansir koran the New York Times, Jumat (23/1).
Dia juga tercatat pernah membuat keputusan mengejutkan dengan memotong tunjangan sekitar 7.000 pangeran dan putri Saudi. Raja Abdullah juga dikenal sebagai sosok yang alim.
Ketika gelombang revolusi Arab atau dikenal musim semi Arab bergaung di Timur Tengah dari mulai Mesir, Tunisia, hingga Yaman pada 2011, Abdullah bertindak cepat buat menahan gejolak yang sama di negerinya.
Setelah kembali dari perawatan karena sakit hernia dan penggumpalan darah di New Yord dan Maroko, pemerintah Saudi menggelontorkan dana USD 130 miliar untuk membangun 500 ribu rumah murah. Langkah itu bertujuan menaikkan gaji pegawai negeri dan memastikan kesetiaan sejumlah organisasi keagamaan.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya