Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rahasia Nenek 107 Tahun Sembuh Dari Flu Spanyol 1918 dan Wabah Covid-19

Rahasia Nenek 107 Tahun Sembuh Dari Flu Spanyol 1918 dan Wabah Covid-19 Marilee Shapiro Asher. ©The Washington Post

Merdeka.com - Setelah Marilee Shapiro Asher dirawat di rumah sakit pada pertengahan April karena menderita Covid-19, putrinya mendapat telepon dari dokter yang memintanya harus segera ke sana. Ibunya kemungkinan hanya memiliki sisa waktu 12 jam untuk hidup.

"Yah, dia tidak kenal ibuku, kan?" Kata Joan Shapiro, dilansir dari The Times of Israel, Kamis (7/5).

Apa yang dokter tidak ketahui, Asher, seorang pekerja seni berusia 107 tahun, telah selamat dari satu pandemi global. Dan dia selamat dari pandemi lain.

Pada 1918, Asher yang saat itu berusia 6 tahun terkena flu Spanyol, jenis influenza mematikan yang diperkirakan telah menewaskan sedikitnya 50 juta orang di seluruh dunia.

"Apa yang dia katakan kepada saudara laki-laki saya dan saya, dia ingat sedang sakit di lantai atas dan turun ke bawah dan melihat ayahnya, yang dia kagumi, dan mengetahui bahwa jika dia melihat ayahnya semuanya akan baik-baik saja," kata Joan Shapiro.

Pada 2020, Asher terinfeksi Covid-19, yang sangat mematikan bagi orang tua. Dia akhirnya menghabiskan lima hari di rumah sakit sebelum dikirim pulang ke Chevy Chase House, sebuah komunitas asrama lansia di Washington, DC. Dia tidak pernah memakai ventilator.

"Ini luar biasa," kata Shapiro.

"Hanya itu yang bisa saya katakan. Itu tidak bisa dipercaya. Saya pikir mungkin karena seninya masih melingkupinya. "

Karya Seni dan Olahraga

Menjelang dekade kedelapan karir seninya, Asher akan membuka pameran solo besar akhir bulan ini di Studio Gallery di Washington, tetapi dibatalkan karena pandemi.

Karya Asher dalam bidang seni menjadi koleksi permanen di Museum Seni Smithsonian dan Baltimore.

Ditanya terkait rahasia usia panjangnya tahun lalu dalam program acara radio aktivis Ralph Nader, Asher menyebut seni dan olahraga.

"Di sini, di fasilitas untuk para lansia saya mengikuti kelas tai chi dan kelas yoga, yang membantu saya jadi agak lentur," jelasnya dalam wawancara itu.

"Itu sangat penting. Tetapi yang lebih penting adalah minat seseorang, memiliki sesuatu yang membuat Anda ingin bangun di pagi hari dan melakukannya. "

Asher mulai merasa tidak sehat pada Maret. Dia mengalami kelelahan dan lambat laun menjadi makin akut, mengganggu penglihatannya dan membuatnya sulit bernapas. Pada pertengahan April, dia kehilangan selera makan.

Atas desakan anak-anaknya dan seorang perawat di asramanya, Asher pergi ke rumah sakit.

"Saya sangat yakin dia berpikir bahwa dia akan meninggal," kata Shapiro. "Saya benar-benar berpikir dia memikirkan itu," kata Asher yang keluar dari rumah sakit pada 28 April lalu.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP