Racuni ratusan siswi, 12 anggota Taliban ditangkap
Merdeka.com - Pemerintah Afghanistan menangkap 12 anggota Taliban yang meracuni ratusan pelajar putri di wilayah utara negara itu. Aksi kelompok radikal ini khusus menyasar sekolah perempuan.
Stasiun televisi Aljazeera melaporkan, Kamis (7/6), Dinas Rahasia Afghanistan (NDS) secara keseluruhan menggelandang 15 orang ke bui. Dalam deretan tersangka, ada pula guru dan seorang pelajar perempuan.
Juru bicara NDS Lutfullah Mashal menyatakan guru dan siswi itu dibayar Taliban buat meracuni para murid. "Mereka mendapat bayaran mencapai 50 ribu Afghanis (Rp 130 juta) untuk memasukkan racun ke tangki air di sekolah-sekolah," ujar Mashal.
Sejak dua bulan terakhir, keracunan menghantui sekolah perempuan di negara bekas jajahan Uni Soviet itu. Hingga penangkapan kemarin, tercatat ratusan siswi dari enam sekolah di Provinsi Takhar pingsan karena racun. Saat peristiwa ini mulai menggemparkan warga, pemerintah langsung menuding Taliban sebagai pelakunya.
Taliban pekan lalu menolak tuduhan pemerintah Afghanistan. Namun NDS percaya tertangkapnya 12 milisi kemarin membuktikan tudingan itu benar. "Terkuaknya upaya meracuni pelajar perempuan ini membuktikan Taliban tak pernah lelah menyebar ketakutan pada masyarakat Afghanistan," ujar Mashal.
Ketika menguasai Afghanistan di awal 90-an, Taliban dikenal membatasi perempuan. Kaum hawa tidak boleh sekolah, bekerja, bahkan sekadar keluar rumah. Setelah rezim mereka runtuh pascainvasi Amerika Serikat pada 2001, wanita mulai mendapat kebebasan. Namun kelompok radikal seperti Taliban, Jundullah, dan Mahazullah kerap meneror pegiat wanita.
Pejuang hak perempuan, Nurjanah Akbar, menilai pemerintah Afghanistan tidak boleh lepas tangan karena sekolah khusus wanita sering menjadi sasaran pihak ekstremis. "Di negara ini sudah jelas siapa rentan menjadi sasaran. Pemerintah harus mengetatkan pengamanan di sekolah," ujar dia.
(mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya