Qaddafi sembunyikan senjata di seluruh dunia
Merdeka.com - Pemerintahan baru Libya menemukan fakta mengejutkan saat mendata ulang kedutaan-kedutaan mereka di luar negeri. Mendiang pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi rupanya menyembunyikan ribuan senjata di pelbagai kedutaan selama memimpin negara itu.
Stasiun televisi Al-Arabiya melaporkan, Jumat (9/3), senjata itu berjenis senapan serbu, senapan mesin, granat, hingga bahan pembuat bom. Temuan ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Libya Muhammad Abdul Aziz saat jumpa pers kemarin.
Menurut Aziz, alasan pengiriman senjata ke kedutaan-kedutaan itu belum diketahui. Dia menyatakan senjata-senjata itu dikirim secara ilegal ke Kedutaan Libya di semua benua. "Tidak hanya ke dua atau tiga negara, bahkan ke Asia, Afrika, Eropa, semua," kata Aziz.
Sejak rezim Qaddafi runtuh tahun lalu, pimpinan baru Libya dari Dewan Transisi Nasional melaporkan beberapa temuan senjata di kedutaan luar negeri. Sejak awal tahun ini, tercatat kasus serupa muncul di Kedutaan Libya di Yunani, Maroko, dan Mesir.
Aziz memperkirakan temuan ini baru permukaan saja. Meski menolak berspekulasi, dia mengakui tidak menutup kemungkinan senjata-senjata itu hendak digunakan untuk menyokong gerakan teror di seluruh dunia selama Qaddafi masih berkuasa.
Mendiang pemimpin Libya yang berkuasa 42 tahun itu selama hidupnya diduga mendukung pelbagai aksi teror diam-diam. Dengan temuan ini, tampaknya Qaddafi menembus celah Konvensi Wina agar upayanya menyokong terorisme tidak nampak.
Menurut perjanjian internasional itu, sebuah negara tidak memiliki hak memeriksa kedutaan asing atas kepemilikan senjata atau benda berbahaya lainnya atas asas kekebalan diplomatik. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya