Putra Mahkota Thailand minta pewarisan tahta ditunda sementara
Merdeka.com - Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, menyatakan bahwa pergantian pewaris tahta kerajaan akan ditunda sementara waktu. Hal ini disebabkan Pangeran Maha Vajiralongkorn membutuhkan waktu untuk berkabung bersama masyarakat Thailand atas wafatnya Raja Bhumibol Adulyadej.
Dilaporkan oleh Channel News Asia, Jumat (14/10), PM yang dulunya mantan jenderal ini berkata pada wartawan di kantornya, setelah mengadakan pertemuan dengan pangeran. "Mari kita tunggu waktu yang tepat (untuk penobatan raja baru)."
Pangeran yang berumur 64 itu secara khusus meminta waktu pada Prayuth mempersiapkan diri dan mengatasi kesedihannya karena kehilangan ayah tercinta.
"Dia (Pangeran Vajiralongkorn) meminta waktu untuk mempersiapkan proses hukum sebelum menggantikan tahta sang ayah di waktu yang tepat," sambungnya.
Dalam pernyataan yang disiarkan secara nasional setelah berita kematian Bhumibol, Prayuth sempat menegaskan bahwa sang putra mahkota itu dipastikan akan menjadi penerus tahta kerjaan sejak 1972.
"Saat waktu yang tepat datang, pangeran mengatakan akan menyadari tugasnya sebagai pewaris kerajaan," kata Prayut wartawan.
"Saya berharap semua orang akan mengerti dan tidak menimbulkan kekacauan," tambahnya.
Sementara itu Bhumibol sendiri segera memproklamasikan penggantianya hari yang sama saat saudaranya meninggal pada tahun 1946.
Parlemen Thailand menggelar rapat hingga larut malam untuk menyeleksi putra mahkota yang diharapkan menjadi raja baru oleh anggota parlemen.
Namun rapat itu segera berakhir setelah ada pernyataan singkat yang dibacakan mengumumkan kematian Bhumibol dan setelah 9 menit keheningan yang didekasikan untuk mendiang raja, menandai gelar resminya sebagai Rama IX.
Bhumibol tercatat sebagai raja paling lama berkuasa di dunia, selama 70 tahun setelah menggantikan kakaknya Raja Ananda Mahidol pada 9 Juni 1946.
Dia meninggalkan istri, Ratu Sirikit, 84 tahun, juga seorang putra pewarist takhta Pangeran Maha Vajiralangkorn dan tiga putri, Puteri Ubol Ratana, Maha Chakri Sirindhorn, dan Chulabhorn Walailak.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya