Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Putra Jamal Khashoggi Maafkan Pembunuh Ayahnya

Putra Jamal Khashoggi Maafkan Pembunuh Ayahnya Keluarga Jamal Khashoggi bertemu Raja Salman. ©Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Putra mendiang jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi hari ini mengampuni pembunuh ayahnya.

"Di malam yang mulia di bulan suci Ramadan ini, kami ingat firman Allah di dalam Alquran: 'Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim' (QS. Asy-Syura: 40)," kata putra Khashoggi, Salah Khashoggi di akun Twitternya, seperti dilansir laman Al Arabiya, Jumat (22/5).

"Maka karena itu, kami, putra dari syahid Jamal Khashoggi, mengumumkan, kami memaafkan mereka yang membunuh ayah kami almarhum--demi Allah Yang Maha Kuasa, semoga kami mendapat pahala dari Yang Kuasa."

Khashoggi terakhir kali terlihat di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018 ketika dia hendak mengambil dokumen kelengkapan untuk pernikahannya.

Di dalam konsulat itu dia dibunuh dan jasadnya dimutilasi kemudian dibawa keluar dari konsulat dan hingga kini tidak pernah ditemukan.

putra jamal khashoggi maafkan pembunuh ayahnyaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pembunuhan ini memicu kemarahan global dan mencoreng nama Putra Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman (MBS). Badan Intelijen Amerika, CIA, menyakini MBS yang memerintahkan Khashoggi dibunuh.

Pemerintah Saudi mengatakan MBS tidak terlibat meski pada September 2019 MBS mengakui kejadian itu berada langsung di bawah pengawasannya.

Pemerintah Saudi kemudian Desember lalu menghukum mati lima orang dan tiga dipenjara karena terlibat pembunuhan Khashoggi di konsulat Istanbul. Seluruh proses pengadilan berlangsung secara tertutup di Riyadh.

Pengadilan itu dikritik oleh PBB dan kelompok pembela hak asasi. Penyelidik PBB untuk pembunuhan ekstrayudisial, Agnes Callamard, menuding Saudi melecehkan keadilan dengan membiarkan dalang pembunuh Khashoggi melenggang bebas.

Namun Salah Khashoggi Desember lalu menyebut keputusan pengadilan itu "sudah cukup adil dan keadilan sudah tercapai."

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP