Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Putin perintahkan militer Rusia mulai mundur dari Suriah

Putin perintahkan militer Rusia mulai mundur dari Suriah Presiden Rusia Vladimir Putin. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Senin (14/3) malam waktu setempat menginstruksikan militernya bersiap mundur dari Suriah. Dalam rapat kabinet, Putin merasa puas atas hasil keterlibatan negaranya membantu sang sekutu, Presiden Suriah Basyar al-Assad, menghadapi pemberontak dan kelompok teroris selama enam bulan terakhir.

Dia mengklaim situasi Suriah kini lebih aman. Indikatornya adalah pihak-pihak bertikai mau berunding, serta basis teroris seperti ISIS mulai berkurang setelah Rusia melibatkan diri dalam perang di kawasan mulai 30 September tahun lalu.

Perintah penarikan mundur pasukan darat maupun jet tempur Rusia itu disampaikan Putin setelah berdialog dengan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov serta Menteri Pertahanan Sergei K. Shoigu di Kremlin.

"Saya meyakini tugas yang dibebankan pada Kementerian Pertahana selama beberapa waktu terakhir sudah dituntaskan," kata Putin, seperti dilansir the New York Times.

"Karenanya, saya memerintahkan agar secara bertahap pasukan utama kita bisa mulai ditarik dari Republik Suriah," imbuhnya.

Putin telah menelepon sekutunya, Assad, untuk memberitahukan rencana Rusia dalam waktu dekat. Assad kabarnya mengucapkan terima kasih karena tentara Rusia selama bertugas menerapkan asas profesionalisme.

roket hantam rumah sakit di suriah

roket jet Rusia hantam bangunan di utara Suriah ©2016 REUTERS/Social Media Website

Rusia mengirim ribuan pasukan darat, satu detasemen khusus, mengirim puluhan jet tempur membombardir basis militan serta pasukan pemberontak dari Pangkalan Latakia, serta menghujani wilayah musuh pemerintah Suriah lewat kapal perang yang ditempatkan di pesisir barat. Pangkalan udara dan laut itu tidak akan sepenuhnya ditutup ketika nanti pasukan Rusia ditarik pulang.

"Ke depan Rusia akan mengedepankan pendekatan diplomatik untuk menuntaskan persoalan Suriah," kata Putin.

Seiring dengan pernyataan Putin, perwakilan Assad maupun kelompok pemberontak Suriah kembali berunding di Kota Jenewa, Swiss. Perang saudara ini telah berlangsung lima tahun, menewaskan 250 ribu warga. Selain itu, dua juta penduduk Suriah terpaksa mengungsi ke pelbagai belahan bumi.

serangan udara rusia hantam warga sipil suriah

Serangan udara Rusia hantam warga sipil Suriah ©REUTERS/Khalil Ashawi

Hingga tadi malam, Reuters melaporkan perundingan damai kedua pihak masih alot. Pihak pemberontak bersedia melakukan gencatan senjata permanen asal Assad turun dari posisi presiden. Didesak demikian, Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Muallem, mengatakan kalangan pemberontak sudah terlalu besar kepala. Pemerintah Suriah menolak gencatan senjata dibarter pergantian rezim politik.

Amerika Serikat belum mengomentari rencana Rusia mundur dari Suriah. Selama ini, Negeri Paman Sam mengecam intervensi Rusia yang menyebabkan perundingan damai tak kunjung terlaksana. Keputusan Putin melindungi Assad membuat peperangan melebar ke banyak wilayah. AS pun menuding serangan udara Rusia yang intensif di Suriah menewaskan ratusan warga sipil, termasuk anak-anak.

Rusia pun dituding ingkar janji oleh Washington. Awalnya Putin bilang ikut berperang di Suriah demi menaklukkan ISIS. Rupanya pasukan Negeri Beruang Merah lebih fokus menghabisi basis-basis kelompok pemberontak anti-Assad. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP