Pusat pelacuran di lima negara Islam

Reporter : Ardini Maharani | Jumat, 12 Oktober 2012 07:00

Pusat prostitusi di

2.
Malaysia

Merdeka.com - Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia, diam-diam mempunyai wilayah merah yakni Jalan Chow Kit. Pemerintah setempat menyatakan prostitusi tidak sah di mata hukum Negeri Jiran itu hingga pelakunya harus kucing-kucingan dengan polisi.

Di siang hari, area ini seperti pasar tradisional pinggiran dipenuhi pedagan sayur dan buah segar. Ada pula tempat beli pakaian atau sepatu dengan harga miring. Selain itu, deretan losmen murah meriah sering dikunjungi para wisatawan luar negeri.

Menjelang malam, tempat bernama Lorong Haji Taib, masih di kawasan Chow Kit, langsung dipadati penjaja seks berdiri si sepanjang jalan. Para pekerja seks komersial ini terdiri dari perempuan dan waria. Jika menyiapkan kocek di atas Rp 150 ribu, bisa bermain cinta dengan perempuan asli. bila kurang dari itu, Anda harus puas ditemani banci.


[fas]

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





 

Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Ini yang perlu diperhatikan saat mudik
  • Anggaran mudik gratis Rp 38,5 miliar
  • Butuh uang, PRT bersekongkol curi mobil majikan
  • Obesitas saat hamil tingkatkan risiko asma pada janin!
  • Ulang tahun, Selena Gomez tak undang Justin Bieber ke pesta?
  • Pikachu Cafe, tempat nongkrong pecinta pokemon
  • Personel Polri masih standby di KPU
  • Banyak masjid di Gunung Kidul arah kiblatnya tak lurus
  • Dahlan dinilai masih cocok jadi Menteri BUMN di kabinet Jokowi
  • Persoalan sampah persulit pengendalian rabies di Bali
  • SHOW MORE