Pulang berhaji, kapal ditumpangi Presiden Maladewa meledak
Merdeka.com - Presiden Maladewa Abdulla Yameen selamat dari insiden ledakan di kapal cepat (speedboat) yang dia tumpangi, hari ini, Senin (28/9). Dia menaiki kapal itu sepulang dari menunaikan ibadah haji di Makkah.
Juru bicara Kabinet Maladewa, Mohamed Shareef mengatakan presiden tidak mengalami luka. Namun Ibu Negara Fathimath Ibrahim cedera ringan. Dua penumpang lainnya, yakni ajudan presiden serta staf pengamanan, ikut terluka.
"Kami masih belum mendapat informasi apakah ledakan ini karena bom atau mesin kapal," kata Shareef seperti dilansir Majalah TIME.
Setibanya di bandar udara Maladewa, Presiden Yameen menggunakan speedboat khusus menuju ke kantornya di ibu kota Male yang berada di pulau utama. Ketika kapal sudah mendekat dermaga, mendadak terdengar ledakan dari sisi bawah.
"Kapal bagian bawah terlontar hingga dermaga, asap mengepul di mana-mana," kata Ahmed Hahmdoon, wartawan Maladewa yang ikut dalam rombongan presiden.

Pria 56 tahun itu dikenal punya beberapa musuh politik. Rival utamanya adalah Bekas Presiden Mohamed Nasheed yang dia kalahkan dalam pemilu 2013.
Pada Februari lalu, Nasheed dipenjara oleh pemerintah Maladewa dengan tuduhan mendalangi terorisme. Pemenjaraan itu dikecam komunitas internasional karena dianggap mengada-ada.
Polisi Maladewa kini terus menyelidiki ledakan tersebut. Yameen diketahui menemani istrinya di Rumah Sakit Pusat Male.
Maladewa adalah negara kepulauan di tengah Samudera Hindia. Insiden ini mencoreng citra Maladewa sebagai surga pariwisata. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya