Produksi dan penjualan burka dilarang di Maroko
Merdeka.com - Pemerintah Maroko melarang penjualan dan produksi burka di negaranya. Hal itu dilakukan sebagai tahap terakhir dari upaya pencegahan kelompok ekstrimisme Islam di negara tersebut.
Surat pengumuman larangan telah dikirim kepada para pedagang di pusat perbelanjaan awal pekan ini. Para pengusaha burka hanya diberikan waktu 48 jam untuk segera mengosongkan persediaan burka.
"Kami telah mengambil langkah besar untuk melarang impor, manufaktur, dan pemasaran burka di semua kota," kata seorang pejabat senior pemerintahan Maroko, seperti dilansir dari Telegraph, Jumat (13/1).
Hingga sekarang pemerintah kerajaan belum bisa dikonfirmasi mengenai larangan ini. Tidak diketahui alasan pelarangan ini karena keamanan atau bukan.
Burka umumnya dipakai perempuan Muslim konservatif di Afghanistan dan Pakistan. Sementara perempuan muslim di Maroko relatif sedikit yang memakai burka. Kebanyakan dari mereka memilih memakai jilbab atau niqab, yang masih menyisakan bagian mata.
(mdk/che)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya