Produk AS terancam diboikot, Trump berdamai dengan Meksiko
Merdeka.com - Rencana pembangunan tembok di sepanjang perbatasan antara Amerika Serikat (AS) dan Meksiko membuat hubungan kedua negara memburuk. Apalagi, Presiden AS Donald Trump menegaskan seluruh biaya harus ditanggung sepenuhnya oleh tetangganya, namun ditolak mentah-mentah oleh Presiden Enrique Pena Nieto.
Guna meredakan ketegangan yang terjadi antara kedua negara, Trump langsung menghubungi Pena Nieto melalui kabel telepon resmi kedua negara. Bahkan, Pena Nieto menyebut percakapannya dengan pengusaha properti asal New York itu sebagai 'sikap bersahabat'.
Dilansir Voice of America, Minggu (28/1), percakapan itu terjadi hanya berselang sehari setelah memutuskan untuk membatalkan rencana penerbangannya ke Washington.
Trump mengaku percakapan antara dia dan Pena Nieto berlangsung menghabiskan waktu hingga satu jam. Hasilnya pun cukup positif, di mana keduanya sepakat untuk memperbaiki hubungan, sebuah hubungan yang baru. Trump juga mengajak tetangganya untuk menegosiasi ulang perdagangan, dan memastikan AS akan bekerja sama dengan baik.
"Saya sungguh menghormati Meksiko. Saya suka rakyat Meksiko. Tapi Meksiko enggan bernegosiasi dengan kami dan mengalahkan kami menjadi bubur. Mereka berhasil membuat kami tampak bodoh," ujar Trump usai menggelar pertemuannya dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May di Gedung Putih.
Dalam percakapan itu, Trump tidak menyinggung soal kebijakannya untuk membangun tembok perbatasan di kedua negara, isu itu membuat Pena Nieto memutuskan membatalkan kedatangannya pada pekan depan. Trump memaksa agar Meksiko membayar penuh pembangunannya, dan Pena Nieto menolaknya dengan tegas.
"Dengan menghormati pembiayaan atas tembok perbatasan, presiden kedua negara memastikan secara pasti dan perbedaan pandangan mereka atas isu tersebut tetapi sepakat untuk bekerja sama atas perbedaan itu sebagai bagian dari diskusi yang komprehensif atas seluruh aspek hubungan bilateral," demikian keterangan resmi Gedung Putih.
Sementara, Meksiko menyebutkan negara itu sepakat untuk memperbaiki perbedaan itu sebagai bagian untuk mendiskusikan kembali hubungan yang sempat retak. "Presiden (Pena Nieto) juga setuju untuk tidak mempublikasikan isu kontroversial itu kepada publik."
Rabu (25/1) lalu, dalam sebuah wawancaranya dengan televisi lokal, Trump menyebut biaya pembangunan tembok perbatasan harus dibiayai sepenuhnya oleh Meksiko. Permintaan itu langsung ditolak mentah-mentah oleh Pena Nieto.
Selang sehari, Gedung Putih mengindikasikan akan menaikkan pajak sebesar 20 persen terhadap barang impor yang datang dari Meksiko sebagai alternatif atas penolakan yang dilakukan tetangganya itu. Bahkan, juru bicara Gedung Putih Sean Spicer meyakini negara akan mendapatkan laba sebesar USD 10 miliar setiap tahunnya, dan bisa digunakan sebagai biaya pembangunan.
Namun, niat itu kembali dipendam. Kemungkinan, biaya pembangunan akan ditanggung oleh para wajib pajak di seluruh AS. Pembangunan tembok perbatasan tersebut diperkirakan akan memakan dana sebesar USD 15 miliar.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya