Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Prihatin soal Rohingya, Trudeau minta waktu khusus dengan Aung San Suu Kyi

Prihatin soal Rohingya, Trudeau minta waktu khusus dengan Aung San Suu Kyi PM Kanada Justin Trudeau. ©2015 REUTERS/Chris Wattie

Merdeka.com - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau memperpanjang waktu pertemuan dengan pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi untuk secara khusus membahas soal krisis kemanusiaan di Negara Bagian Rakhine di sela-sela KTT ASEAN yang digelar di Manila, Filipina.

Hal itu dilakukan karena dirinya turut prihatin dengan situasi yang dialami oleh warga Muslim Rohingya.

"Saya melakukan percakapan panjang dengan Aung Saan Suu Kyi untuk membahas penderitaan pengungsi Muslim di Negara Bagian Rakhine," ungkapnya dalam sebuah konferensi pers, seperti dilansir dari laman Reuters, Senin (14/11).

"Ini adalah suatu keprihatinan besar yang dirasakan Kanada dan juga negara lain di seluruh dunia," lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, pasukan militer Myanmar melancarkan operasi pembersihan di wilayah Rakhine sebagai tanggapan atas serangan militan Rohingya pada akhir Agustus lalu. Hal itu menyebabkan ratusan ribu rakyat Rohingya melarikan diri dari negara tersebut ke Bangladesh.

Krisis tersebut mengundang keprihatinan internasional tak terkecuali negara-negara besar. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun mengecam tindakan keras yang dikerahkan oleh pemerintahan Suu Kyi dan mendesak agar masalah tersebut diselesaikan.

Namun dalam dokumen rancangan dibuat oleh Filipina sebagai ketua ASEAN saat ini tidak menyebutkan soal penderitaan rakyat muslim Rohingya akibat krisis kemanusiaan yang terjadi di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, dan solusi untuk menyelesaikannya.

Situasi yang terjadi di Rakhine hanya disebutkan sekali dalam satu paragraf. Paragraf tersebut hanya menyebutkan tentang pentingnya bantuan kemanusiaan untuk diberikan kepada korban bencana alam di Vietnam, korban pertempuran yang melibatkan militan di Marawi, dan juga 'komunitas terkena dampak' di Rakhine.

Tidak adanya pembahasan tentang Rohingya di KTT ASEAN ke-31 itu turut dibenarkan oleh mantan menteri luar negeri Filipina, Roberto Rumolo. Rumolo membeberkan bahwa hal itu dilakukan karena Filipina tidak ingin menyinggung pemimpin Myanmar yang turut hadir dalan KTT tersebut.

"Mereka mencoba untuk menghormati Pemenang Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi," kata Rumolo kepada media Filipina ANC. (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP