Pria Uganda Bakar Diri Setelah Dimintai Uang Suap Oleh Polisi
Merdeka.com - Seorang pria di Uganda meninggal dunia setelah bakar diri di kantor polisi saat petugas diduga meminta uang suap untuk melepaskan motornya yang ditilang karena melanggar aturan pembatasan karena virus corona.
Kasus ini telah memicu kemarahan warga Uganda, yang mengatakan kasus ini mencerminkan pelanggaran yang kerap dilakukan aparat keamanan, termasuk pemukulan, penahanan dan pemerasan yang dalam suasana saat ini penegakan aturan Covid-19 kerap dimanfaatkan sebagai dalih.
Pria itu, Hussein Walugembe, belum lama memiliki sepeda motor yang digunakannya untuk melayani jasa antar jemput atau ojek. Saat ditilang pada Selasa, motor dibawa seorang kawannya dan alasan ditilang karena melanggar jam malam, kata juru bicara kepolisian daerah Nsubuga, Mohammed.
Mohammed mengatakan, pada Kamis, Hussein Walugembe mendatangi kantor polisi di kota Masaka untuk mengambil sepeda motornya tapi frustrasi oleh ulah sejumlah petugas yang meminta uang suap.
Setelah permohonannya kepada petugas polisi yang bertanggung jawab atas pelanggaran lalu lintas untuk melepaskan motornya ditolak, Hussein menyiram dirinya dengan bensin, yang ia sembunyikan di sebuah saku di jaketnya, dan membakar dirinya sendiri.
"Dia berusaha meraih petugas itu, agar mereka mati bersama, tetapi si petugas melarikan diri dengan luka bakar ringan, meninggalkan korban di belakang," jelas markas besar kepolisian nasional dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Aljazeera, Minggu (5/7).
Pernyataan tersebut juga mengatakan, polisi sedang menyelidiki tuduhan "pemerasan dan penyuapan" di kantor polisi tersebut. Dua petugas polisi telah ditangkap. Masaka berjarak sekitar 130 kilometer, selatan ibu kota, Kampala.
Uganda menerapkan lockdown ketat untuk menghentikan penyebaran virus corona dan kasus infeksi yang terkonfirmasi relatif rendah di bawah 1.000, dan tanpa kematian yang dilaporkan. Pemerintah telah melonggarkan beberapa pembatasan tetapi beberapa masih diberlakukan.
Para kritikus menuduh pemerintah Presiden Yoweri Museveni memanfaatkan pandemi untuk melanggar hak-hak dan melecehkan lawannya menjelang pemilihan umum yang akan diadakan awal tahun depan.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya