Pria Malaysia boyong keluarga barunya jihad ke Suriah
Merdeka.com - Alih-alih menetap dan hidup harmoni setelah menikah, seorang pria 37 tahun asal Malaysia dan istri baru dinikahinya justru pergi menuju Suriah, negara kini tengah dilanda perang, untuk berjuang bersama para jihadis, dan bergabung dengan sekitar 40 warga Malaysia lainnya.
Pria kelahiran Penang itu menikah dengan seorang janda berumur 47 tahun yang memiliki seorang putri dan putra berusia 18 tahun dan 14 tahun dari pernikahan sebelumnya. Wanita itu dan kedua anaknya adalah warga negara Singapura, seperti dilansir situs Asia One, Jumat (12/9).
Sumber mengatakan keluarga itu pergi ke Suriah pada bulan November lalu, tetapi tidak secara bersama-sama.
"Pihak berwenang percaya pria itu bergabung dengan kelompok Jabhat Al-Nusra dan anak tirinya bergabung dengan Negara Islam (IS), dulu dikenal sebagai ISIS," kata sumber itu.
"Istrinya bekerja sebagai juru masak sementara putrinya mengajar bahasa Inggris buat anak-anak dari para pejuang di Suriah," lanjut sumber itu.
Anggota keluarga itu diyakini berada di berbagai bagian di Suriah karena banyaknya faksi militan di sana.
Salah satu lokasi yang mungkin adalah di Kota Hama, sebelah timur Suriah, di mana para jihadis diketahui telah mendirikan basis operasinya di sana.
Pihak berwenang kini sedang mencari tahu bagaimana keluarga itu bisa dipengaruhi untuk pergi ke Suriah. Tapi mereka percaya bahwa mantan suami wanita itu ada hubungannya dengan keputusan mereka, menurut sumber.
Dalam sebuah laporan eksklusif, tabloid asal Malaysia the Star melaporkan lima mantan tahanan di bawah Akta Keamanan Dalam Negeri Malaysia berada di antara 40 warga Malaysia yang telah bergabung dengan militan ISIS.
Lima nama itu termasuk mantan kepala informasi pemuda Partai Islam Se-Malaysia (PAS) di Kedah, Mohd Lotfi Ariffin, 45 tahun, yang terluka dalam serangan yang menewaskan seorang jihadis muda asal Malaysia di Suriah tiga hari lalu.
Mohammad Fadhlan Shahidi Mohammad Khir, 21 tahun, dari Kedah adalah jihadis asal Malaysia kedua yang tewas di Suriah.
Di Putrajaya, Menteri Dalam Negeri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi meminta warga Malaysia menolak pandangan ekstremis dan melindungi citra negara.
Dia mengatakan tindakan dilakukan beberapa orang tidak mencerminkan sifat sebenarnya dari negara dan rakyatnya.
"Saya tidak memiliki informasi tentang mengapa mereka terlibat dalam kegiatan semacam ini," ujar Zahid, menyinggung jihadis dari Malaysia.
"Saya juga pernah ditahan di bawah Akta Keamanan Dalam Negeri Malaysia (ISA) tapi saya tidak punya niat untuk pergi ke Suriah atau terlibat dalam kegiatan militan," jelas dia.
"Kami tidak ingin Malaysia dianggap secara internasional sebagai tempat berkembang biak bagi para teroris (dan) kita harus melindungi citra agama serta negara kita berdasarkan prinsip tidak berlebihan," ujar Zahid.
"Prinsip ini harus dipertahankan oleh semua warga negara. Kita harus menghindari menjadi ekstremis kanan atau ekstremis kiri." (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya