Pria ini jadi korban kesalahan foto teroris
Merdeka.com - Seorang pria asal Jerman kaget ketika membaca koran di pagi hari dan menemukan potret dirinya terpampang sebagai teroris. Akibat kejadian ini, pria tersebut pun menjaga privasi dan namanya dengan erat sejak melihat berita itu pada 16 Juni lalu.
Artikel sebenarnya pada koran yang dibaca pria tersebut adalah tentang Emrah E., teroris Jerman keturunan Turki yang terkait dengan kelompok teroris al-Shabab Afrika. Emrah diburu polisi di Kenya karena dicurigai merencanakan serangan di negara Afrika Timur.
Di dalam koran itu, seharusnya ada potret Emrah dari dua sudut yang berbeda. Alih-alih foto tampak depan dan samping seperti berita teroris pada umumnya, yang terpampang justru wajah Emrah dan pria yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan berita itu, demikian seperti yang dilaporkan surat kabar Jerman, Die Welt.
Dua gambar tersebut diberikan oleh polisi Kenya pada tanggal 13 Juni dan telah beredar di seluruh dunia melalui kantor berita AFP. Foto itu pun dicetak dan dipublikasikan secara online di Jerman, termasuk Die Welt. Polisi percaya bahwa Emrah telah melakukan perjalanan dari Pakistan ke Somalia pada musim semi 2011 lalu dan mungkin telah memasuki Kenya pada Mei tahun ini. Emrah pun telah berhasil ditangkap dan dideportasi kembali ke Jerman.
Tetapi misteri potret orang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Emrah itu pun membuat korban kesalahan foto teroris menjadi curiga, bagaimana pasukan keamanan Kenya bisa mendapatkan fotonya?
"Saya tidak ingat di mana atau kapan foto itu diambil. Itu pasti diambil tanpa persetujuan saya," keluh si pria malang korban kesalahan foto pada Die Welt, seperti yang dikutip dari The Local (13/07).
Salah satu teori yang bisa muncul adalah foto itu diambil oleh badan intelijen Jerman, Verfassungsschutz, yang mempertimbangkan bahwa siswa berpotensi menjadi ancaman keamanan nasional. Pria tersebut memang masih menempuh kuliah di Stuttgart.
Selain itu, pria korban ini mengaku tidak pernah berhubungan teroris manapun. Meski ia beragama Islam dan beberapa kali pergi umrah, namun ia dan keluarganya bukan termasuk penganut fundamentalis. Pria ini bahkan menikahi wanita non-muslim.
Ketika polisi federal di Jerman dikonfirmasi, pihak mereka ternyata tidak pernah memberikan foto pria tersebut. Pasukan keamanan Kenya juga tidak mungkin mendapat foto itu, sehingga kemungkinan lain adalah foto diambil saat pria tersebut berada di Arab Saudi.
Apapun penyebabnya, yang sampai sekarang belum diketahui, pria tersebut berharap masalah ini bisa segera diselesaikan untuk membersihkan nama baiknya. (mdk/riz)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya