Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pria ini gelapkan uang operasional ISIS Rp 126 juta buat beli hape

Pria ini gelapkan uang operasional ISIS Rp 126 juta buat beli hape Mohamed Elshinawy. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Mohamed Elshinawy, warga Negara Bagian Maryland, Amerika Serikat, ditangkap aparat Biro Investigasi Federal (FBI) dan Kementerian Kehakiman akhir pekan lalu. Dia diyakini terlibat jaringan teror Negara Islam Irak dan Syam (ISIS), serta telah mendapat dana untuk beraksi.

Lelaki 30 tahun itu ternyata tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. April lalu, pimpinannya di jaringan khilafah mengirim USD 9 ribu (setara Rp 126 juta) untuk persiapan menyerang beberapa target di AS. Nyatanya, dia malah menghabiskan uang itu untuk membeli beberapa ponsel dan laptop, serta beberapa keperluan pribadi.

"Saat diinterogasi, Elshinawy mengaku tidak pernah berniat menyerang AS. Dia hanya ingin ISIS terus mengirim uang kepadanya," kata Wakil Jaksa Agung AS Sally Yates, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Rabu (16/12).

Uang yang diperoleh Elshinawy dikirim melalui PayPayl dan jaringan transfer Western Union. Pengirimnya berasal dari Mesir. Transfer rutin uang pecahan USD 1.000 itulah yang membuat sosok Elshinawy menjadi target aparat kontraterorisme.

Elshinawy diyakini berbaiat pada ISIS sejak Februari lalu. Dua bulan kemudian, uang mulai mengalir kepadanya setelah dia memulai korespondensi dengan perekrut militan khilafah Islamiyah. Elshinawy mulai diadili di Pengadilan Federal Baltimore pekan ini atas tuduhan membangun kontak dengan jaringan teroris, kendati tidak pernah berniat melakukan aksi yang mengancam keamanan nasional.

Di sisi lain, ISIS diyakini semakin serius menyerang AS. Awal pekan ini seorang anggota Garda Nasional bersama sepupunya ditangkap karena berniat menyerang pangkalan militer di Negara Bagian Illinois, dalam rangka mendukung tegaknya khilafah.

Penembakan massal di San Bernardino, California, yang menewaskan 14 orang dilakukan pasangan suami istri muslim, juga terinspirasi agenda ISIS, kendati pelaku tidak punya hubungan dengan kelompok teror manapun. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP