Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pria ini disekap 20 tahun di ruang bawah tanah oleh keluarganya

Pria ini disekap 20 tahun di ruang bawah tanah oleh keluarganya Armando de Andrade. ©Daily Mail

Merdeka.com - Seorang pria ditemukan di sebuah ruang bawah tanah dalam keadaan sangat mengenaskan dan kekurangan gizi. Diduga pria 36 tahun ini telah disekap oleh ibu tiri dan ayahnya selama 20 tahun.

Penyekapan ini terbongkar saat petugas polisi melakukan sidak untuk mencari geng pengedar narkoba. Namun, polisi terkejut ketika menemukan seorang pria diikat di ranjang kecil dalam sebuah ruangan gelap tanpa jendela dan penuh dengan kotoran manusia di Sao Paulo, Brazil.

Dilansir dari lama Daily Mail, Rabu (26/10), seorang saksi mengatakan, "Saat ditemukan, pria itu berkuku sangat panjang dengan jenggot yang tumbuh lebat sampai ke lutut."

Kepala polisi Celso Marchiori yang tengah menyelidiki kasus ini mengungkapkan bahwa saat ditemukan, pria itu tidak bisa mengenalinya sebagai polisi.

armando de andrade

Armando de Andrade ©Daily Mail

"Dia bangkit dan merasa sangat terganggu. Dia juga tidak bicara sepatah katapun. Saat kami membawanya keluar, dia masih saja diam. Kami tidak tahu apakah dia ketakutan atau dibius," kata Marchiori yang saat itu langsung membawa pria malang itu ke rumah sakit.

Marchiori menambahkan, "Sulit dipercaya dia berada di tempat itu selama 20 tahun. Ini adalah tempat yang sangat tidak sehat, dia tidak akan selamat. Tidak ada cahaya sama sekali."

Sementara itu, beberapa tetangga di distrik Guarulhos mengklaim bahwa pria bernama Armando de Andrade itu memang telah menghilang sejak usia 16 tahun.

"Saya masih ingat bagaimana dulunya Armando. Dia adalah remaja normal yang menyukai papan seluncur dan gitar. Tapi sejak usianya menginjak 16 tahun, kami tidak pernah lagi bertemu dengannya," kata salah satu tetangga.

Kepada tetangga, kedua orang tua Armando selalu mengatakan bahwa pria itu telah pindah dari Sao Paulo.

Ederson Silva, teman masa kecil Armando mengatakan, "Setiap kali kami bertanya tentang dia, mereka selalu bilang hal yang sama. (Dia) tidak ada. Dia tinggal di timur laut. Dia baik-baik saja. Dia bekerja dan membangun keluarganya di sana. Itu semua yang mereka katakan kepada kami."

Salah satu tetangga, Aparecido Rocha Brasil juga ikut angkat bicara.

"Saya yakin ayah dan ibunya memutuskan untuk mengunci Armando setelah dia mulai coba-coba minum alkohol."

"Padahal setiap remaja selalu ingin tahu tentang hal ini (alkohol). Tetapi keputusan keluarnya untuk mengurung dia di ruang bawah tanah untuk menjauhkannya dari hal itu adalah salah," kata dia.

Ayah Armando, Amancio de Andrade membantah tuduhan tetangganya. Dia menegaskan bahwa anaknya meninggalkan rumah saat usia 18 dan baru kembali minggu lalu.

"Dia seorang pria dewasa. Dia tidak pernah menjalin hubungan. Kemudian minggu lalu saat membuka pintu dan dia ada di sana. Saya memberinya makanan dan membiarkan dia tinggal di ruang bawah tanah. Dia meminta saya untuk mengunci pintu sehingga dia tidak bisa keluar," sangkal ayahnya.

Sampai sekarang polisi masih mendalami kasus ini. Sementara itu, ibu tiri Armando yang melarikan diri sedang diburu polisi untuk dimintai keterangan. (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP