Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pria Amerika ini hanya makan pizza selama 25 tahun

Pria Amerika ini hanya makan pizza selama 25 tahun Dan Janssen. dailymail.co.uk

Merdeka.com - Keragaman merupakan bumbu kehidupan, begitu kata pepatah. Tapi seseorang pria Amerika Serikat mengatakan dia bisa hidup tanpa makan apapun selain pizza keju selama 25 tahun.

Dan Janssen, 38 tahun, seorang tukang kayu menetap di Negara Bagian Maryland, mengatakan kepada majalah VICE dia mulai diet berbasis adonan ketika dia masih remaja dan memutuskan untuk menjadi pemakan tumbuh-tumbuhan (vegetarian) atas alasan etika, meskipun dia sebenarnya membenci makan sayur-sayuran, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Kamis (27/2).

Dia biasanya mengonsumsi dua pizza berukuran 35 sentimeter setiap hari dengan kopi. Ketika kuliah di Universitas Harvard, Janssen bahkan bekerja di Domino's Pizza untuk memenuhi kecanduan makan pizza.

Meski memiliki diabetes, yang menjadi penyakit keturunan dalam keluarganya, Janssen mengatakan dia bugar, ramping dan dalam kesehatan luar biasa.

"Setiap kali saya pergi ke dokter baru, sirkulasi darah saya selalu baik dan mereka berkata, 'Anda semakin baik'," ujar Janssen kepada koran the Baltimore Sun.

"Saya aktif. Saya mengendarai sepeda 48 sampai 64 kilometer dalam suatu waktu. Saya merasa baik," ujar dia. "Jika saya bisa mengatakan sesuatu kepada pria di seluruh dunia, ini yang Anda dapat lakukan. Anda dapat makan pizza 35 sentimeter saban hari dan menjadi baik."

Agar tidak bosan, Janssen mengunjungi toko pizza berbeda dan membeli roti datar beku dari berbagai merek. "Ini seperti makan makanan yang berbeda sama sekali," ucap dia.

Selain menggunakan tambahan keju dan tomat, Janssen kadang-kadang memberikan rasa tambahan dengan taburan oregano.

Dia mengatakan sampel pizza terbaik dia pernah makan adalah di Pontillo's, sebuah restoran waralaba pizza berbasis di New York, sekitar satu dekade lalu.

"Saya tidak dapat katakan apakah rasanya masih enak, tapi terakhir kali saya makan, rasanya jauh di atas pizza lain pernah saya makan," kata Janssen.

Meskipun menganggap kebanyakan restoran waralaba pizza besar 'sangat buruk', tapi Janssen masih sering memakan pizza-pizza itu untuk memuaskan dirinya. Dia menjelaskan alasannya adalah, 'Pizza seperti seks, bahkan ketika itu buruk, tetap saja baik'.

Sebagai subjek seks, warga asli Carolina Utara itu mengatakan diet terbatas dirinya tidak berdampak di kehidupan cintanya.

Bahkan, tunangannya saat ini menyarankan agar mereka pergi makan pizza di kencan pertama, setelah mendengar tentang selera makan Janssen yang tidak biasa. Namun, tunangannya itu menjadi alasan Janssen sekarang berusaha untuk memvariasikan dietnya.

"Saya ingin dapat pergi ke restoran di mana mereka tidak menyajikan pizza, yang benar-benar tidak bisa saya lakukan saat ini," ujar Janssen.

Baru-baru ini Janssen mulai mendatangi seorang ahli gizi dan terapis dalam upaya untuk menghentikan kebiasaannya dalam memilih makanan.

(mdk/fas)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP