Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Presiden Putin: Agresi AS di Suriah langgar hukum internasional

Presiden Putin: Agresi AS di Suriah langgar hukum internasional Vladimir Putin hadiri upacara kematian Dubes Rusia untuk Turki. ©Sputnik/Kremlin/Alexei Nikolskyi via REUTERS

Merdeka.com - Tindakan militer Amerika Serikat (AS) menggelar serangan terbuka untuk pertama kalinya membuat sekutu Presiden Suriah Bashar Al Assad berang, termasuk Rusia. Presiden Vladimir Putin bahkan menyebut sebagai tindakan agresi dan melanggar hukum internasional.

"Serangan AS terhadap negara berdaulat merupakan pelanggaran atas norma-norma hukum internasional, dan di bawah dalih yang dibuat-buat pada saat itu," ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, seperti dilansir CNN.com, Jumat (7/4).

Peskov melanjutkan, Putin juga menyebut serangan itu sebagai upaya AS untuk mengalihkan sorotan internasional atas korban sipil yang berjatuhan dalam pengepungan di Mosul, Irak.

Sementara itu, senator Rusia Konstantin Kosachev juga ikut mengecam tindakan AS tersebut. Dia pun meragukan terbentuknya koalisi antiteror antara Rusia dan AS sebagai bentuk persahabatan antara dua negara.

"Rudal jelajah Rusia melanjutkan serangan ke para teroris, dan Amerika malah menyerang pasukan pemerintah, yang disebut, memimpin perang terhadap terorisme," tulis Kosachev dalam akun Facebook miliknya.

"Saya ragu pendekatan seperti itu, rencana koalisi antiteroris Rusia-Amerika di Suriah, yang sering dibicarakan sejak Trump meraih kekuasaan, akan merespons Tuhan, sebelum itu berkesempatan lahir. 'Dinding Trump' terus berkembang biak. Dan dimulai dengan baik. Sungguh memalukan," tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Amerikan Serikat Donald Trump telah memerintahkan tentaranya untuk meluncurkan serangan langsung terhadap Suriah. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk pembalasan atas serangan gas beracun yang menewaskan sekaligus melukai ratusan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.

Perintah itu segera direspons dua kapal perang AS di Laut Mediterania, yakni USS Porter dan USS Ross. 59 Rudal jelajah Tomahawk diluncurkan dari geladak kapal sejak pukul 08.40 waktu Washington atau pukul 07.40 WIB, hingga rudal pertama mendarat di Lanud Shayrat di Homs sekitar pukul 07.45 WIB.

Dua kapal perang itu menembakkan 59 rudal jelajah dan ditujukan untuk mengenai landas pacu, hangar, menara kontrol dan area amunisi.

Talal Barazi menyebut serangan itu tidak membuat pemerintah Suriah takut. Dia juga menuding AS dan Israel memberi dukungan atas terorisme di Suriah.

"Serangan ini tidak akan menghalangi kami untuk melanjutkan perang terhadap terorisme. Kami tidak terkejut melihat Amerika dan Israel mendukung terorisme," ujar Talal dalam sambungan telepon saat diwawancara stasiun televisi Al-Ikhbariah milik pemerintah Suriah.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP