Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Presiden Prancis: Para Imam Harus Dilatih di Al Azhar Mesir

Presiden Prancis: Para Imam Harus Dilatih di Al Azhar Mesir Emmanuel Macron. ©2017 Reuters

Merdeka.com - Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyampaikan para imam muslim di negaranya harus dilatih di lembaga keagamaan seperti Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Ini disampaikan Macron saat bertemu Imam Besar Al Azhar, Ahmed Al-Tayeb belum lama ini.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kairo itu, Macron mengungkapkan rasa syukurkanya bisa bertemu dengan salah satu tokoh Islam ternama itu. Dia pun menyebut Al Azhar memiliki peran sangat penting dalam menghadapi segala bentuk kekerasan dan terorisme dan secara terus-menerus menjembatani dialog antaragama.

Dilansir dari Middle East Monitor, Kamis (31/1), Macron juga menyatakan keinginannya bekerja sama dengan Al-Azhar untuk mempromosikan kewarganegaraan, kerukunan dan stabilitas di tengah masyarakat Prancis. Termasuk juga keinginan untuk bersama-sama menghadapi ekstremisme yang disebutnya dapat menulari kaum muda Muslim di Prancis.

Macron juga mendesak para imam dan ulama Prancis dilatih di Universitas Al Azhar demi menjamin penghormatan terhadap prinsip-prinsip kewarganegaraan dan stabilitas. Dia menekankan pentingnya meningkatkan hubungan budaya antara Al-Azhar dan Prancis dengan bertukar beasiswa dan membangun hubungan akademik.

Al-Tayeb menyampaikan kunjungan Macron membawa makna khusus. "Mengingat hubungan historis antara Prancis dan Al-Azhar," ujarnya. Tayeb menambahkan kunjungan para sarjana Al-Azhar ke Prancis menjadikan mereka "simbol pemikiran dan budaya di Mesir".

Berdasarkan hubungan historis Mesir dan Prancis, Mesir berkomitmen membantu Prancis dalam melawan terorisme. Dia juga menegaskan bahwa Al-Azhar berkomitmen melawan para teroris yang membunuh orang lain atas nama agama.

Al-Tayeb menyatakan pihaknya siap menyediakan beasiswa kepada mahasiswa Prancis yang ingin mempelajari cara melawan ideologi teroris dan untuk membantu mengubah Prancis menjadi pusat penyebaran pemikiran Islam moderat di Eropa.

Imam Besar - kedudukan paling bergengsi dalam kampus Islam Sunni di Mesir itu- menegaskan bahwa "Islam adalah agama damai". Inilah yang selalu menjadi pesan utama Al-Azhar kepada dunia. "Al-Azhar siap membantu menghentikan siapa pun yang tinggal di mana pun di dunia ini agar jangan membunuh atas nama agama," katanya.

Terkait Konferensi Global Persatuan Persaudaraan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Uni Emirat Arab pada Februari mendatang, Al-Tayeb mengatakan Al-Azhar secara berkelanjutan bekerja membangun jembatan dialog dengan Barat dan lembaga-lembaga keagamaan besar seperti Vatikan, Dewan Gereja Dunia dan Uskup Agung Canterbury. Konvensi para pemimpin agama itu bertujuan untuk "menyebarkan perdamaian di antara para pemeluk agama berbeda."

Macron mengunjungi Mesir selama tiga hari dalam rangka meningkatkan hubungan antara kedua negara. Selama kunjungan, ia bertemu Presiden Mesir, Abdel Fattah Al-Sisi, serta sejumlah pejabat dan ulama. Dia juga mengunjungi berbagai situs bersejarah Mesir. Kunjungan ini juga untuk penandatanganan sejumlah kesepakatan - bernilai hampir USD 1 miliar - antara kedua negara di sektor transportasi, pendidikan dan kesehatan. Kunjungan presiden Prancis itu dilakukan di tengah "protes rompi kuning" terhadap reformasi ekonomi Macron, yang telah berlangsung sejak pertengahan November.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP