Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Presiden Prancis: Kami kerahkan segalanya buat lindungi warga

Presiden Prancis: Kami kerahkan segalanya buat lindungi warga Presiden Prancis Francois Hollande. ©gothess.gr

Merdeka.com - Usai insiden penyerangan dua hari lalu, suasana Prancis masih mencekam. Penyerangan yang berawal dari penembakan kantor tabloid penghina nabi, Charlie Hebdo, berlanjut di beberapa kota lainnya. Termasuk ditembak matinya seorang polwan, serta dibomnya sebuah toko kebab milik muslim.

Presiden Prancis Francois Hollande dalam pernyataan persnya dalam siaran langsung Al Jazeera, mengatakan akan meningkatkan keamanan di sana dan menjaga perlindungan warganya. Dia mengatakan situasi di seantero Negeri Anggur masih siaga satu.

"Kami harus melakukan segalanya untuk melindungi warga kami, agar mereka bisa merasa aman," ujar Hollande, Jumat (9/1).

Hingga saat ini Prancis mengerahkan 80.000 personel kepolisiannya untuk menangkap pelaku yang adalah dua bersaudara Kouachi. Lima unit helikopter, 20 mobil taktis anti-teror turut dikerahkan. Dalam drama pengepungan ini, kedua pelaku membawa satu sandera bersama mereka.

Kedua bersaudara yang jadi buron akibat penembakan di kantor tabloid Charlie Hebdo yang menewaskan 12 orang ini lari ke arah timur laut Prancis tepatnya di daerah Dammartin-en-Goele dekat bandara Charles de Gaulle.

Lima helikopter juga terlihat mengitari wilayah kota. Menteri dalam negeri membenarkan polisi sedang memburu dua tersangka berdarah Aljazair itu. Polisi dilaporkan sedang bernegosiasi dengan kedua tersangka. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP