Presiden Prancis: EgyptAir jatuh dan kini hilang
Merdeka.com - Dalam jumpa pers di Paris hari ini, Presiden Prancis Francois Hollande membenarkan pesawat EgyptAir MS804 telah jatuh.
"Informasi yang sudah kami dapatkan dari para menteri, pejabat pemerintah, dan otoritas Mesir, membenarkan, pesawat itu telah jatuh. Dan kini hilang," kata Hollande, seperti dilansir BBC, Kamis (19/5).
Pesawat berpenumpang 66 orang yang berangkat dari Paris menuju Kairo itu hilang dari radar hari ini tanpa sebelumnya ada peringatan dari pilot. Diduga kuat pesawat itu jatuh di Laut Mediterania.
Hilangnya pesawat EgyptAir di laut Mediterania juga dikonfirmasi oleh otoritas Yunani. Wawancara koran the Guardian dengan Kepala Pengatur Lalu-lintas Udara Yunani, Serafeim Petrou mengatakan tidak ada harapan jika pesawat bernomor penerbangan MS804 masih berada di udara.
"Saya melihat sebuah fakta yang menandakan pesawat tersebut benar terjatuh, tidak ada lagi harapan pesawat masih berada di udara, besar kemungkinan dan sangat disayangkan pesawat berada di dalam laut," katanya, Kamis (19/5).
Veteran berusia 61 tahun ini mengklarifikasi pesawat hilang dari radar pada jarak 18,5 kilometer di selatan perbatasan Yunani di Kairo.
Meski telah dikonfirmasi jatuh, Petrou belum memaparkan penyebab di balik insiden ini.
"Ledakan menjadi suatu hal yang tidak mustahil, bisa saja kerusakan ada pada badan pesawat, saya pikir untuk saat ini kita bisa berbicara tentang serpihan yang ada di dasar laut dan mendalami penyebab butuh waktu lebih lanjut," terangnya.
Hingga sat ini, Yunani sudah mengerahkan dua pesawat militer C-130, dua helikopter Super Puma dan Sea Hawk, dan sebuah kapal pengawal dalam operasi penyelamatan dan pencarian di kawasan sebelah tenggara Pulau Aegan Karpathos.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya