Presiden Palestina ajak PM Israel diskusi perdamaian
Merdeka.com - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas dalam wawancara dengan televisi Israel Channel 2 mengatakan dirinya mengundang PM Negeri Zionis Benjamin Netanyahu untuk berdiskusi mengenai perdamaian di wilayah Tepi Barat. Menurut Abbas, hingga saat ini Israel masih merupakan teman.
"Seumur hidup, yang saya inginkan hanyalah melihat perdamaian. Dan saya menganggap Perdana Menteri Netanyahu sebagai partner untuk perdamaian. Saya mengajak perdana menteri untuk bertemu dan mendiskusikan hal ini kapan saja," kata dia, seperti dilansir dari Times of Israel, Jumat (1/4).
Abbas mengatakan sudah muak dengan kekerasan yang terjadi di wilayah perbatasan. Oleh karena itu, dia mendorong agar pertemuan dengan Netanyahu dilakukan dengan segera.
Kemarin, Presiden Palestina bertandang ke Israel untuk melakukan wawancara. Mahmoud Abbas datang dan mengatakan dia sangat menentang kekerasan yang terjadi hampir setiap hari di wilayah Tepi Barat oleh militer Israel.
Kekerasan yang terjadi di Palestina kemarin menewaskan sedikitnya 188 orang Palestina.
Selain itu, kedatangan Abbas juga terkait dengan penyerangan Palestina di Israel yang menewaskan 28 orang Israel dan dua warga Amerika.
Pada 2014 silam, perbincangan damai kedua negara sempat terjadi namun gagal. Hal ini tentunya akan dihindari oleh Abbas.
Perundingan damai itu runtuh usai tawaran Palestina agar Israel menghentikan operasi di Ramallah ditolak oleh Negeri Bintang Daud tersebut.
"Biarlah saya bertanggung jawab atas wilayah Palestina. Jika Israel memiliki informasi intelijen yang spesifik mengenai batas wilayah, tolong beri kepada saya dan saya akan menanganinya," kata dia.
Sementara itu, Netanyahu mengatakan dia terbuka untuk memperbarui perundingan dan malah balik menuding Abbas menghindari perundingan ini. Meski demikian, belum ada respon dari pihak netanyahu mengenai tawaran pertemuan ini. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya