Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Presiden Korsel Akan Temui Trump, Bicara Soal Korut

Presiden Korsel Akan Temui Trump, Bicara Soal Korut Presiden Korsel ke Korut. ©Pyeongyang Press Corps/Pool via REUTERS

Merdeka.com - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berencana terbang ke Washington pada Rabu (10/4). Dia akan bertemu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Moon berharap lawatannya ke Amerika akan menghidupkan kembali pembicaraan yang macet dengan Korea Utara. Seperti dikutip dari Liputan6.com, Rabu (10/4).

Pembicaraan itu terhenti setelah Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un gagal mencapai kesepakatan dalam pertemuan mereka pada Februari lalu di Hanoi.

Harry Kazianis, direktur Kajian Korea di Center of the National Interest, mengatakan bahwa lawatan Moon ke Washington memiliki dua tujuan. Pertama, Moon ingin memastikan pembicaraan antara Pyongyang dan Washington berlanjut. Menurutnya, yang perlu dicapai Moon dalam lawatan itu adalah membuat kedua pihak tetap berdialog dan memuluskan prosesnya.

Kazianis berpendapat presiden Korea Selatan akan benar-benar berusaha dan berbuat untuk melihat apakah kedua pihak dapat menyelesaikan perbedaan pendapat. Hal tersebut dianggap mungkin saja terjadi. Sewaktu berbicara pekan lalu dalam acara televisi CBS This Morning, Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo mengatakan saluran-saluran diplomatik tetap dibuka dan ada percakapan terus menerus setelah pertemuan Hanoi mengenai cara untuk melangkah maju.

Selain itu, Pompeo mengaku yakin akan ada pertemuan puncak ke-tiga antara kedua pemimpin, kemungkinan dalam beberapa bulan mendatang. Namun demikian, Pompeo tidak memberikan rinciannya.

Presiden Korsel Moon Jae-in mengatakan pada Senin 17 September 2018 bahwa ia bermaksud mendorong perdamaian permanen yang tak dapat diubah dengan Korea Utara selama pembicaraan dari hati ke hati dengan Kim Jong-un di KTT sebelumnya.

"Apa yang ingin saya capai adalah perdamaian," kata Presiden Moon.

Kedua negara telah mengisyaratkan dukungan terhadap penandatanganan perjanjian damai secara permanen, untuk mengakhiri Perang Korea segera. Namun hal itu terhalang oleh sikap AS yang menuding adanya indikasi perlucutan senjata nuklir Pyongyang belum dijalankan sepenuhnya.

Meski begitu, ada harapan bahwa pembicaraan antara Korea Utara dan AS akan kembali berlanjut dalam pertemuan kedua antara Donald Trump dan Kim Jong-un, yang kemungkinan besar akan digelar di Gedung Putih.

Washington menegaskan bahwa kedua negara sedang bekerja menuju pertemuan lanjutan setelah menerima surat dari Kim Jong-un pada awal bulan ini, meskipun tidak ada rincian yang telah diselesaikan.

Reporter: Teddy Tri Setio Berty

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP