Presiden Iran: Banyak jemaah haji tewas, Saudi harus dihukum
Merdeka.com - Presiden Iran, Hassan Rouhani menyalahkan Arab Saudi atas tewasnya ribuan umat Islam yang sedang menjalankan ibadah haji tahun lalu. Menurut dia, Saudi harus mempertanggung jawabkan kelalaian mereka yang menyebabkan lebih dari 2.400 jiwa melayang.
Dikutip dari TIME, Kamis (8/9), komentar Rouhani kali ini merupakan pernyataan terbaru setelah masalah Sunni-Syiah terus berkembang di kedua negara. Menurut Rouhani, insiden tahun lalu tidak boleh terjadi lagi.
"Pemerintah Arab Saudi harus bertanggung jawab atas insiden tahun lalu. Sayangnya, mereka bahkan menahan diri untuk tidak meminta maaf kepada negara-negara muslim dan para muslim sendiri," ujarnya dalam rapat mingguan kabinet.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei sempat mendatangi keluarga korban dan korban selamat tragedi Mina tahun lalu. Media lokal Iran, IRNA melaporkan dari hasil kunjungan Khamenei, dia menegaskan tuntutan seharusnya diberikan kepada keluarga penguasa Arab Saudi.
"Jika mereka mengklaim tidak bersalah atas insiden ini, mereka harus membiarkan kelompok Islam internasional melakukan penyelidikan dan membuktikan kebenaran kasus (tragedi Mina) tersebut. Bukannya malah menutup mulut orang dengan uang," kata Khamenei.
Di media sosial, akun Khamenei menggunakan tanda pagar (tagar) #alSaudHijacksHajj untuk mengkritisi kerajaan tersebut, seraya menyatakan kembali tuntutannya bahwa keluarga kerajaan Saudi bertanggung jawab atas administrasi haji.
Muslim Iran, tahun ini tidak berpartisipasi dalam ibadah haji. Padahal, menunaikan ibadah haji adalah ritual wajib bagi kaum muslim dunia.
Pada 24 September 2015, terjadilah insiden yang dikenal dengan 'Tragedi Mina'. Sebanyak 769 orang tewas dan 934 lainnya terluka akibat saling dorong saat akan berziarah ke Mina.
Pihak kerajaan Saudi mengatakan akan menyelidiki penyebab bencana ini.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya