Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Presiden Brasil Tuduh LSM Penyebab Kebakaran Hutan Amazon

Presiden Brasil Tuduh LSM Penyebab Kebakaran Hutan Amazon Calon Presiden Brasil Jair Bolsonaro. REUTERS/Diego Vara

Merdeka.com - Presiden Brasil, Jair Bolsonaro menuduh kelompok-kelompok lingkungan sebagai penyebab kebakaran hutan hujan Amazon. Menurutnya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan sengaja membakar hutan untuk menjatuhkan citra pemerintahan di mata dunia.

"Mengenai pertanyaan pembakaran di Amazon yang menurut saya mungkin diprakarsai oleh LSM, karena mereka kesulitan dana," ujar Bolsonaro seperti yang dikutip The Guardian, Rabu (21/8).

"Apa tujuannya? untuk membawa masalah ke Brasil," tambahnya.

Menurut Bolsonaro, kelompok peduli lingkungan pergi ke wilayah Amazon dengan membawa kamera dan mulai membakar lahan di sana. Sehingga, mereka dapat merekam terjadinya kebakaran hebat itu.

The Guardian mengabarkan, Norwegia dan Jerman telah menghentikan sumbangan dana untuk Amazon. Hal ini dilakukan, menyusul protes internasional atas Brasil. Eropa juga mengeluarkan seruan untuk memblokir kesepakatan dagang dengan Brasil dan negara-negara Amerika Selatan lainnya.

Meski nampak yakin dengan pertanyaannya, tetapi ketika diminta menyebutkan nama LSM terlibat, Bolsonaro mengatakan, tidak ada catatan tertulis soal itu dan hal tersebut hanya dugaan saja.

Sejak Bolsonaro berkuasa, badan lingkungan hanya mengeluarkan sedikit penegakan hukum. Para menteri di bawah pemerintahan Bolsonaro menjelaskan, mereka lebih simpati kepada penebang hutan daripada kelompok masyarakat adat yang tinggal di hutan.

Pusat penelitian luar angkasa Brasil, INPE mencatat, tahun ini setidaknya 72.843 kasus kebakaran terjadi di wilayah Amazon. Bahkan, dikatakan bahwa setiap menitnya lahan Amazon yang hangus mencapai satu setengah luas lapangan sepak bola. Kasus kebakaran tahun ini disebut meningkat 80% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Menanggapi tuduhan Bolsonaro, aktivis lingkungan mengatakan bahwa pernyataan Bolsonaro tidak masuk akal. Mereka menilai, pernyataan itu dikeluarkan untuk mengalihkan perhatian dunia dari masalah yang sedang dihadapi Amazon. Pemerintahan Bolsonaro dituduh memiliki pengawasan yang buruk terhadap wilayah yang menjadi paru-paru dunia itu. Kelonggaran ini dinilai aktivis dapat menghadirkan peluang untuk melakukan pembukaan lahan secara ilegal.

Dikabarkan, selama bulan Juli lalu terjadi lonjakan tajam pengurangan lahan hutan, diikuti dengan meluasnya kebakaran bulan ini. Surat kabar lokal mengatakan, petani setempat memanfaatkan kebakaran untuk membuka lahan. Hal ini didukung dengan lemahnya penegakan hukum oleh otoritas setempat.

"Mereka menghancurkan Amazon dan membiarkan deforestasi terus berlanjut, didorong oleh tindakan dan kebijakan Bolsonaro," pungkas Danicley Aguiar, aktivis Greenpeace Brasil.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP