Presiden Brasil jadi tersangka pemerasan
Merdeka.com - Kejaksaan Agung Brasil menetapkan Presiden Michel Temer sebagai tersangka pemerasan dan menghalangi penegakan hukum. Mereka juga menetapkan delapan politikus lain sebagai pesakitan dalam perkara sama.
Menurut kejaksaan, Temer bersekongkol dengan sejumlah politikus dari Partai Pergerakan Demokratik Brazil (PMDB) meraup uang hingga USD 188 juta (sekitar Rp 2,4 triliun) dari hasil memeras. Bahkan mereka menganggap Temer dan kroninya menjalankan kelompok kejahatan seperti mafia sejak Mei 2016.
"Mereka memeras banyak lembaga negara ketimbang menerima sogokan," demikian disampaikan Kejaksaan Brazil dalam pernyataannya.
Tiga sejawat Temer ditetapkan sebagai tersangka pemerasan sudah terlebih dulu dibui. Mereka adalah dua mantan juru bicara majelis rendah, Henrique Alves dan Eduardo Cunha, dan mantan menteri di kabinet Temer, Geddel Vieira Lima. Vieira ditangkap pekan lalu setelah polisi menggeledah apartemen dan menemukan duit USD 16 juta (sekitar Rp 212 miliar) diduga miliknya.
Setelah sempat lolos, perkara disangkakan kali ini bakal menentukan nasib jabatan Temer. Majelis Rendah Parlemen Brasil bakal menggelar pemungutan suara buat memutuskan apakah Temer bakal diadili atau tidak.
Meski demikian, Temer masih berkeras menyangkal seluruh sangkaan. Dia menuding Jaksa Agung Brasil, Rodrigo Janot, cuma berusaha menutupi kelemahan.
"Sangkaan itu absurd. Jaksa mendasarkan tuduhan itu pada transaksi di rekening bank asing yang tidak bisa dibuktikan. Sangkaan itu juga mencampuradukkan fakta dan rumor," kata Temer.
Sebelumnya Temer disangka memberi uang kepada penasihatnya sebesar USD 150 ribu (sekitar Rp 1,9 miliar), setelah meloloskan kesepakatan bisnis perusahaan eksportir daging, JBS, milik grup usaha J&F Investment. Salah satu bos J&F Investment, Joesley Batista, mengatakan bakal memberi Temer duit pelicin sebesar USD 12 juta (sekitar Rp 159 miliar) jika bisnisnya lolos. Pembicaraan keduanya direkam dan diserahkan kepada aparat hukum.
Supaya lolos, Temer dan Batista bersekongkol dengan sejumlah menteri dan jaksa korup buat mengatur perkara itu. Namun, rencana itu terbongkar dan beberapa pelakunya sudah ditangkap. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya