Presiden Afrika Selatan Desak Pria Bersatu Lawan Pemerkosaan dan Kekerasan Seksual
Merdeka.com - Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa menyebut kasus kekerasan seksual di negaranya telah menjadi krisis nasional. Karena itulah ia mendesak para pria bersatu melawan pemerkosaan dan kekerasan seksual.
"Perempuan diperkosa dan dibunuh secara terus menerus dan sudah waktunya untuk mengakhiri kekerasan berbasis gender," tegasnya dikutip dari BBC, Minggu (14/1).
Dia menyerukan imbauan yang berapi-api itu ketika meluncurkan manifesto pemilu untuk Kongres Nasional Afrika yang memerintah. Sekitar 40 ribu pemerkosaan dilaporkan terjadi di Afrika Selatan setiap tahun. Jumlah kasus ini dianggap hanya sebagian kecil dari total sebenarnya.
Presiden Ramaphosa meminta orang-orang di stadion Durban yang padat, dimana puluhan ribu pendukung menyaksikan pidatonya, untuk berdiri guna menunjukkan kecaman terhadap fenomena perkosaan dan kekerasan seksual.
"Kami telah membuat langkah besar dalam meningkatkan posisi perempuan di masyarakat. Namun, kekerasan berbasis gender adalah krisis nasional yang harus berakhir, sehingga semua perempuan Afrika Selatan dapat hidup dalam kedamaian, keamanan dan martabat," tegas Ramaphosa.
"Pembebasan perempuan membutuhkan perubahan sikap atas kondisi material yang melanggengkan penindasan dan marginalisasi perempuan," lanjutnya.
Dia menguraikan sejumlah langkah untuk mencapai hal tersebut, termasuk hukuman yang lebih keras bagi para pelaku, polisi yang lebih terampil dan peningkatan kapasitas otoritas pengadilan dalam menyelidiki dan menuntut semua kejahatan seksual dan kejahatan berbasis gender di Afrika Selatan.
"Adalah penting bahwa anak-anak belajar sejak usia muda untuk menghormati satu sama lain secara setara dan tidak menggunakan kekerasan dalam situasi stres dan konflik," imbaunya.
Kepolisian Afrika Selatan mencatat 40.035 kasus pemerkosaan dalam setahun per 31 Maret 2018,dengan rata-rata 110 setiap harinya. Data ini berdasarkan laporan organisasi pengecekan fakta Afrika Check tahun lalu. Angka ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, dengan 39.828 kasus pemerkosaan tercatat pada tahun 2017.
Reporter: Rizki Akbar Hasan
Sumber: Liputan6.com
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya