Presiden Afganistan cabut gencatan senjata dengan Taliban
Merdeka.com - Presiden Afganistan Ashraf Ghani menyatakan secara resmi mengakhiri gencatan senjata pemerintahnya dengan Taliban pada hari Sabtu tetapi menyerukan kepada para pemberontak untuk menyetujui pembicaraan perdamaian penuh setelah gencatan senjata tiga hari selama liburan Idul Fitri bulan ini.
"Sekarang ini keputusan Taliban, apakah mereka ingin terus membunuh atau bergabung dengan proses perdamaian," kata Ghani dalam konferensi pers di Kabul di mana dia mengulangi seruan untuk pembicaraan perdamaian yang komprehensif, dilansir dari laman Channel News Asia, Minggu (1/7).
Ghani telah memerintahkan pasukan pemerintah untuk menangguhkan operasi serangan selama 10 hari setelah gencatan senjata Idulfitri pada 15-17 Juni, yang melihat pejuang Taliban yang tidak bersenjata berbaur dengan tentara, polisi dan warga sipil di jalan-jalan Kabul dan tempat lain selama hari raya.
Pengumuman ini berarti pasukan keamanan Afghanistan, yang telah melakukan gencatan senjata sejak Idul Fitri, dapat melanjutkan operasi militer melawan Taliban serta ISIS.
Gencatan senjata selama Idulfitri memberi harapan untuk mengakhiri 40 tahun pertempuran. Sesuatu yang dipandang positif di antara para pejabat keamanan dan diplomat asing di Kabul.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya