Prancis Tutup 70 Masjid dan Sekolah Islam dengan Alasan Cegah Ekstremisme
Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanan kemarin mengatakan, sejak Januari lalu pemerintah sudah menutup 73 masjid dan sekolah Islam di seantero negeri sebagai upaya untuk memerangi "Islam ekstrem".
Dalam jumpa pers, Darmanan membenarkan sebuah masjid dan sekolah Islam di daerah Heralt ditutup bulan lalu, bersama dengan sebuah "organisasi" dan sembilan toko di daerah lain. Ia juga menyerukan pengusiran kepada ratusan warga negara asing yang singgah di Perancis.
Pekan lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menggambarkan Islam sebagai agama yang sedang mengalami “krisis” di seluruh dunia dan mengatakan pemerintah akan mengajukan rancangan undang-undang pada bulan Desember untuk memperkuat undang-undang tahun 1905 yang secara resmi memisahkan gereja dan negara di Prancis.
Dia menyerukan bahwa pengawasan dari pemerintah akan dilakukan lebih ketat terhadap sekolah dan juga mengontrol lebih baik atas pendanaan masjid dari luar negeri.
Ulama Al Azhar Mesir, mengecam pernyataan tersebut sebagai komentar "rasis" dan menuduh presiden Prancis itu menyebarkan sebuah "pidato kebencian".
"Dia membuat tuduhan palsu terhadap Islam, yang tidak ada hubungannya dengan esensi dari agama ini," kata Akademi Riset Islam Al-Azhar dalam pernyataannya.
"Pernyataan rasis seperti itu akan menyakiti dua miliar penganut muslim di seluruh dunia, dan menghambat upaya dialog yang konstruktif."
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga membalas serangan pemimpin Prancis itu.
"Pernyataan Macron bahwa 'Islam sedang dalam krisis' adalah provokasi terbuka yang melebihi perlakuan tidak hormat," kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi.
"Siapa Anda yang mau mengatur-atur Islam?" kata Erdogan seraya menuduh Macron "kurang ajar".
Erdogan menyarankan Macron untuk “bertindak sebagai negarawan yang bertanggung jawab daripada bertindak seperti gubernur kolonial."
Reporter magang: Farhan Hafizhan
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya